Hits: 8

Saat kita merayakan Tahun Baru Tionghua, kita sangat berharap keluarga kita dipenuhi dengan berkat Tuhan. Kita berharap dapat membawa berkat bagi keluarga dan oleh kita keluarga diberkati. Sebagai anak-anak Tuhan kita berharap berkat ini tidak berhenti pada Tahun Baru Tionghua, dan karena kita memiliki pengharapan kekal, kita sangat berharap berkat ini akan mengikuti kita sampai bertemu dengan Tuhan — saat kita mencapai “akhir yang indah”.

Dari Kejadian 47-50 kita dapat melihat pada akhirnya Yakub dan Yusuf memiliki akhir yang indah pada akhirnya dapat menikmati berkat yang Tuhan berikan dan membawa berkat ini kepada orang lain. Kedua orang ini dapat mencapai berkat terakhir dari “lima berkat” dikalangan orang-orang Tionghua  yaitu “meninggal dalam damai”. Keberadaan kedua orang ini bukan hanya membawa berkat bagi dirinya sendiri, tapi juga bagi banyak orang. Pasal 47 menggambarkan kemuliaan Yusuf sebagai penguasa sungguh membawa berkat yang sangat besar bagi bangsa dan negara Mesir. Pasal 48 mengatakan bahwa Yakub akhirnya dapat melihat keturunan dari Yusuf dan memberi mereka berkat surgawi. Pasal 49 Yakub memberkati semua anaknya dan mengatakan tentang bagaimana keadaan mereka kelak, khususnya berkat untuk keturunan Yehuda, karena ini semua adalah berkat dari Tuhan. Dalam pasal 50 jaminan dari Yusuf kepada saudara-saudaranya itu berarti bahwa berkat-berkat ini bukan hanya berkat sekedar kata-kata saja tapi berkat yang tulus dan itu berlaku sampai keturunan mereka. Karena itu, kita dapat melihat berkat-berkat tersebut bukan hanya untuk diri sendiri tapi berkat yang dapat membawa pengaruh bagi orang lain.

Berkat-berkat  yang diterima ini tidak begitu sederhana namun harus melalui tempaan yang panjang. Yusuf tentu tidak melihat apa yang terjadi di masa depan saat dia dijual. Namun, dengan mengandalkan kekuatan Tuhan dan sepenuhnya taat kepada-Nya, dia dapat menghadapi semua ujian ini. Demikian juga Yakub, ketika banyak masalah datang ia selalu kembali kepada Tuhan dalam beberapa kesempatan. Dalam menghadapi berbagai pergumulan, difitnah dan masuk penjara, Yusuf tahu bagaimana bersikap setia dan taat di dalam prosesnya. Sekarang orang menyukai semuanya serba cepat dan sering mengabaikan pentingnya prosesnya. Sebenarnya, dalam hal apapun harus melalui proses, terlepas dari panjang pendeknya, semua ini akan membawa kita ke tingkat berikutnya. Seringkali kita menyukai hasil akhirnya dan tidak menyukai prosesnya, tapi yang terpenting adalah prosesnya. Sama seperti yang dilakukan Yusuf dan Yakub, hasil akhir yang mereka capai adalah karena mereka ingat kembali kepada Tuhan dan menambahkan kesetiaan dan ketaatan dalam prosesnya. Ketika dunia melihat hasil akhir, akan menimbulkan banyak pertanyaan “mungkin”, namun mencapai akhir yang indah dalam Kristus adalah “kembali ke hadapan Tuhan dan setia serta taat dalam prosesnya sampai pada akhirnya.”