Hits: 2

Hari ini kita akan melihat sebuah situasi yang baru dari kehidupan bangsa Israel, yaitu dari kejaran prajurit tentara Firaun sampai mereka menyeberangi laut Teberau. Mereka mengalami betapa besarnya perbuatan TUHAN maka takutlah dan percayalah mereka kepada TUHAN. Lalu Musa bersama umat Israel menaikkan nyanyian pujian kepada Allah yang sudah menolong mereka.Tapi setelah itu apa yang terjadi? Inilah pengalaman bangsa Israel dibagian firman Tuhan ini yang akan kita renungkan bersama hari ini. Apa yang terjadi pada bangsa Israel ini mau mengingatkan kita:

Pertama, kita tidak tahu apa yang akan terjadi hari esok. Dari ayat 22 kita dapat melihat bagaimana perubahan hidup kondisi umat Israel pada waktu itu. Mereka baru saja menyeberangi Laut Teberau, hati mereka dipenuhi dengan perasaan syukur karena mengalami kuasa dan penyertaan Tuhan secara luar biasa. Karena itu, mereka bersama Musa meninggikan dan mengagungkan nama Tuhan. Tetapi beberapa saat kemudian, ketika mereka meninggalkan Laut Teberau menuju pada gurun Syur, mereka tidak mendapatkan air minum, maka mulailah mereka bersungut-sungut. Pengalaman hidup umat Israel ini, mengingatkan kita bahwa hidup ini memang tidak menentu, mungkin saja kita mengalami perubahan hidup dari yang nyaman menjadi yang sulit. Sekalipun kehidupan ini terus berubah dan tidak menentu, namun kasih Tuhan tidak akan pernah berubah dalam hidup kita.

Kedua, Manusia sulit menerima yang tidak mengenakkan (24). Apa yang terjadi dengan umat Israel adalah fakta sejarah. Hal ini bisa terjadi dalam kehidupan kita juga, ketika kita mengalami perubahan hidup. Kesulitan hidup yang kita alami akan membuat kita putus asa dan bersungut-sungut kepada Tuhan. Mengalami perubahan hidup dari yang nyaman menjadi sulit memang tidak menyenangkan. Tetapi kita harus yakin bahwa kasih setia Tuhan tidak akan pernah berubah dalam hidup kita.

Ketiga, Tuhan ada banyak cara untuk menolong kita (25). Kadang-kadang kita tidak menyadari, dalam keadaan sulit Tuhan menolong kita dengan cara yang sederhana. Seperti Tuhan menolong kesulitan umat Israel hanya dengan sepotong kayu. Lalu air yang pahit menjadi  manis, sehingga mereka dapat menikmati air yang manis. Asal kita mengandalkan kekuatan Tuhan, maka Tuhan selalu ada cara untuk menolong kita dalam menyelesaikan setiap persoalan kita. Jangan mengandalkan kekuatan dan hikmat manusia, tetapi kembalillah kepada-Nya, maka kita akan mengalami pertolongan-Nya yang ajaib.

Keempat, Dialah sumber air hidup kita (26-27). Dalam hidup ini kita harus sungguh-sungguh mendengarkan perintah-Nya dan mengikuti segala ketetapan-Nya. Maka Dia akan menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan. Hidup di dalam-Nya maka kita akan menikmati kelimpahan, karena Dia adalah sumber mata air dalam hidup kita.

Bagaimana kehidupan kita hari ini? Dalam masa-masa kita semua sedang menghadapi pandemi Covid-19 ini, kita tetap harus yakin bahwa belas kasihan Allah tidak akan pernah berubah dalam hidup kita. Sebagaimana Dia memimpin, menyertai dan melindungi umat Israel pada waktu itu, demikian hari ini Dia juga akan memimpin, menyertai dan melindungi kita. Ketika kita mengalami kesulitan, ingatlah bahwa Dia sudah pernah memberkati hidup kita, dan akan terus memberkati kita. Janganlah bersungut-sungut kepada Tuhan, tapi nikmatilah hidup ini bersama Tuhan dengan selalu bersyukur untuk semua anugerah-Nya. Ingatlah belas kasihan-Nya dan kasih setia Tuhan untuk orang-orang yang tetap setia, taat dan mengasihi-Nya tetap untuk selama-lamanya. Tuhan memberkati kita. Amin.