Hits: 0

Hari ini kita akan merenungkan pengajaran Yesus tentang pintu yang sesak dan pintu yang lebar. Ayat 13-14 “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” Dalam Allkitab terjemahan sehari-hari pintu yang sesak diartikan sebagai pintu yang sempit. Jika kita masuk melalui pintu yang sempit atau sesak, walau jalannya sukar tapi menuju kehidupan. Sebaliknya jika kita masuk melalui pintu yang lebar yang jalannya luas tapi menuju kepada kebinasaan.

“Pintu yang sempit” dan “jalan yang sempit” adalah melambangkan Kristus (Lht. Yoh. 10:9; 14:6). Dalam hal spiritual, semuanya harus masuk melalui Kristus, dan semua harus berjalan di dalam Kristus, tidak ada pintu kedua, dan tidak ada jalan kedua (jalan alternatif), selain melalui Dia.

Dari pengajaran Yesus tentang pintu yang sesak dan jalan yang sempit serta pintu yang lebar dan jalan yang luas ini, ada beberapa hal yang sangat penting untuk kita ketahui berkaitan dengan keselamatan dan kebinasaan.

Pertama, keselamatan bukan barang murahan dan mudah untuk didapat. Untuk memperoleh kehidupan yang kekal, itu seperti kita masuk melalui pintu yang yang sempit dan jalan yang sempit. Sempit artinya tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa. Sempit itu artinya juga murah, tetapi bukan murahan. Pintu yang sempit adalah jalan salib. Hanya melalui salib kita dapat menemukan Tuhan dan hidup kekal. Inilah kebenaran yang tidak akan pernah berubah.

Kedua, dalam pemberitaan injil keselamatan kita tidak boleh hanya menggunakan kata-kata yang manis atau hanya menyampaikan hal-hal yang menyenangkan saja. Injil keselamatan atau hidup yang kekal tidak boleh diobral dengan kata-kata berupa berkat saja. Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus saja melainkan juga untuk menderita bagi Dia (Flp. 1:29). Injil keselamatan harus diberitakan secara utuh.

Ketiga, untuk memperoleh keselamatan butuh perjuangan, pengorbanan, penyangkalan diri dan harus memikul salib. Pintu dan jalan yang sempit menunjukkan bahwa kita harus berusaha dan berjuang  (Lukas 13:24). Tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar (Flp. 2:12).

Berjalan dalam jalan-Nya memang sangat sulit tetapi bila kita sudah berani masuk melalui pintu yang sempit maka akan indah pada akhirnya. Pintu dan jalan yang sempit membuat kita hidup selalu hati-hati dan waspada. Masuk melalui pintu sesak dan jalan sempit atau berjalan dalam jalan-Nya, jalan ini mungkin tidak disukai orang, tetapi ini adalah jalan yang benar dan jalan yang diberkati (jalan anugerah).