Hits: 0

Kita harus bersyukur kepada Tuhan, karena telah dipanggil untuk mengenal dan percaya kepada Yesus Kristus. Sama seperti jemaat Roma pada waktu itu, mereka adalah orang-orang Yahudi dan orang Yunani, yang telah dipanggil menjadi milik Kristus yang dikasihi Allah, dan dijadikan orang-orang kudus. Kehidupan mereka dilimpahi oleh kasih karunia Allah (Ayat.6-7). Bukan itu saja, Paulus mengucap syukur kepada Allah sebab telah tersiar kabar tentang iman mereka di seluruh dunia (Ay.8).

Walaupun demikian, Paulus menyadari tidak semua jemaat Roma memiliki pertumbuhan iman yang baik. Karena itu, Paulus sangat rindu untuk mengunjungi jemaat di  Roma. Paulus berdoa, supaya ia memperoleh kesempatan untuk mengunjungi mereka.  Sebab ia ingin melihat mereka untuk memberikan karunia rohani kepada mereka guna menguatkan mereka (Ayat.10 -12).

Dari sini, kita dapat melihat bahwa kerinduan Paulus adalah supaya jemaat di Roma sungguh-sungguh mengenal Allah dan memahami bahwa injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Setiap orang yang telah dipanggil menjadi milik Kristus jangan lagi hidup sia-sia atau seperti orang yang tidak mengenal Allah. Maksudnya supaya setiap orang percaya yang sudah dipanggil dan mengenal Allah, memiliki hidup yang berpadanan dengan panggilan itu.

Melalui surat ini Paulus menasehatkan dan mengingatkan kita hal-hal penting dalam hidup ini:

  1. Kita yang sudah dipanggil harus hidup sesuai dengan panggilan itu (Ayat 21-23). Kita yang tadinya buta telah dipanggil untuk mengenal Allah, maka hidup kita harus berpadanan dengan panggilan kita. Hendaklah kita selalu rendah hati, lemah lembut, sabar dan saling mengasihi. Hendaklah kita hidup memuliakan Dia yang telah memanggil kita dan mengucap syukur kepada-Nya.
  2. Hukuman Allah terhadap orang-orang berdosa (Ayat 18). Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka (ay.19). Namun sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Karena itu dalam ayat 24, 26, 28 dikatakan Allah menyerahkan (membiarkan) mereka dikuasai oleh keinginan hati untuk berbuat yang bejat, membiarkan mereka menuruti nafsu mereka yang hina, membiarkan pikiran mereka menjadi rusak, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas.
  3. Jangan hidup lagi di dalam dosa, tetap hiduplah di dalam Kristus. Jika kita sudah dipanggil dari buta menjadi mengenal Kristus, maka hendaklah kita hidup bergaul dengan Allah dan berpegang pada kebenaran Injil. Jangan hidup bergaul dengan dosa lagi, tapi tetap hiduplah di dalam Kristus.

Sudah berapa lama kita menjadi orang Kristen? Apakah pikiran dan perbuatan kita menunjukkan, bahwa kita sungguh-sungguh mengenal Allah. Jangan sampai kita menjadi orang Kristen tetapi memiliki hidup seperti orang yang tidak mengenal Allah. Kita adalah orang buta yang telah dituntun mengenal kebenaran, oleh sebab itu, jangan hidup seperti orang buta yang tidak mengenal Allah. Kiranya Tuhan memberkati kita.