Hits: 0

Dalam satu bulan ini mimbar firman Tuhan kita adalah tentang ibadah. Minggu pertama kita telah merenungkan siapa yang kita sembah di dalam ibadah dan minggu lalu bagaimana seharusnya sikap kita ketika datang beribadah. Hari ini kita akan merenungkan mengapa di dalam ibadah ada khotbah? Apakah itu ibadah? Dalam bahasa aslinya ibadah artinya melayani. Melayani siapa? Dalam ibadah jelas fokus kita adalah kepada Tuhan. Ketika kita menyanyi, itu berarti kita melayani dan mengagungkan nama Tuhan. Karena itu, kita harus menyanyi dengan hati yang tulus dan suara yang maksimal. Di dalam ibadah juga ada doa, yang berarti kita melayani Tuhan lewat komunikasi dengan-Nya.

Yehezkiel melayani Allah sebagai imam dan nabi; tugas imam dalam Perjanjian lama adalah mewakili bangsanya menghadap Tuhan.Dan tugas nabi adalah menyampaikan apa yang dikatakan oleh Allah kepada manusia. Ketika ia menyampaikan apa yang dikatakan oleh Allah maka itu disebut firman Allah. Itulah sebabnya di dalam ibadah harus ada firman Allah.

Dari Yeh. 2:1-10 kita melihat bahwa firman Allah yang datang kepada Yehezkiel dapat dibagikan menjadi tiga:

1. Firman adalah Allah itu sendiri, yang memilih dan memanggil Yehezkiel. Ketika Allah hadir, Yehezkiel hanya bisa melihat kemuliaanNya. Karena tidak mungkin manusia berdosa bisa melihat Allah yang Mahakudus. Itulah sebabnya ketika Allah datang kepada Yehezkiel, seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman. (Yeh. 1:28). Hampir semua orang di dalam Alkitab ketika berjumpa dengan Allah lewat  kemuliaanNya, langsung tersungkur di hadapan-Nya.

2. Berupa suara – Ketika Yehezkiel mendengar suara Allah yang penuh kuasa, ia bangun dan berdiri (ayat 1). Berdiri berarti dia mempunyai kekuatan dan harapan. Firman Allah yang kita dengar dapat memberi kita kekuatan, pengharapan, pengajaran, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik kita dalam kebenaran.

3.Berupa tulisan – Yehezkiel melihat gulungan kitab dan ia disuruh untuk makan gulungan kitab tersebut. Dan ketika ia memakannya, ia merasa manis seperti madu di dalam mulutnya (Yeh. 3.3). Kita semua harus merasakan Firman Allah itu, baik yang menyampaikan maupun yang mendengarkan. Alkitab adalah Firman Allah yang tertulis. Ketika kita membaca Alkitab dan mempercayainya, kita akan merasakan manisnya firman itu.

Ayat 3 Firman-Nya kepada Yehezkiel: “Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku. Mereka dan nenek moyang mereka telah mendurhaka terhadap Aku sampai hari ini juga.” jika Allah saja dilawan mengapa Allah mengutus Yehezkiel? Di sinilah kita melihat kuasa dari Firman ajaib itu, karena itu tema kita hari ini adalah Firman ajaib.  Yoh. 1:1: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Dan Firman itu telah menjelma menjadi manusia yaitu Yesus (1:14). Ini berarti Firman itu hidup dan Dialah yang dapat menyelamatkan manusia. Langit dan bumi dijadikan dengan firman, Allah berfirman jadilah maka jadi. Oleh Firman itu segala sesuatu jadi (Yoh. 1:3). Hanya manusia yang dijadikan lewat karyaNya, maka manusia adalah ciptaan Allah yang paling mulia. Karena Allah ingin menjadikan manusia sebagai anak-anak Allah, maka ketika manusia jatuh ke dalam dosa, Allah datang mencari dan menyelamatkan manusia supaya manusia mendapatkan kembali kemuliaannya sebagai anak-anak Allah.

Kemudian ketika Yehezkiel siap untuk mewartakan firman ajaib itu, ada peringatan dari Allah untuk Yehezkiel diayat 6: “Dan engkau, anak manusia, janganlah takut melihat mereka maupun mendengarkan kata-katanya, biarpun engkau di tengah-tengah onak dan duri dan engkau tinggal dekat kalajengking. Janganlah takut mendengarkan kata-kata mereka dan janganlah gentar melihat mukanya, sebab mereka adalah kaum pemberontak.” Di sini Tuhan memberitahukan Yehezkiel biarpun dia diutus ke tengah bangsa yang akan melawan dan menghinanya, janganlah takut. Sampaikanlah semua pesan Tuhan kepada mereka, baik mereka mau mendengarkan atau tidak. Allah terus mengatakan kepada Yehezkiel supaya jangan takut. Ketika roh Allah ada di dalam kita, maka kita tidak akan peduli dengan ejekan dan penolakan orang. Sekalipun kita berada di bawah tekanan terbesar, kekuatan firman Tuhan sanggup menolong kita. Dalam hidup ini asalkan kita selalu tunduk dan menghormati Tuhan, maka Tuhan akan menguatkan dan memimpin kita akhirnya berhasil di dalam perjalanan hidup ini.