Hits: 7

Kita semua harus memiliki fokus yang benar dalam hidup di dunia ini, sehingga hidup kita tidak akan menyimpang ke kiri dan ke kanan. Sama seperti saat memotret, kita harus menyesuaikan fokus kita sehingga gambar yang kita inginkan akan mencapai hasil terbaik. Ketika Paulus memberikan nasehat kepada jemaat di Kolose, itu juga memiliki makna ini:  berharap mereka dapat menyesuaikan fokus hidup mereka ke arah yang benar sehingga hidup mereka akan memuliakan nama Tuhan.

Meskipun Paulus tidak secara langsung menjelaskan fokus hidup dalam Kolose 1: 24-29, tetapi dari nasihatnya kepada jemaat di Kolose, kita dapat mengetahui apa fokus hidup Paulus. Pertama-tama, kita harus melihat apa tujuan sebenarnya Paulus menulis surat ini. Ternyata nasehat Paulus ini ditujukan kepada ajaran yang salah di mana untuk melepaskan diri dari  dosa seseorang itu harus menyiksa dirinya sendiri. Paulus di penjara Roma menjelaskan kepada jemaat Kolose bahwa untuk lepas dari dosa, kita hanya bisa mengandalkan kasih karunia Allah, dan bahwa kita menderita bukanlah karena diri sendiri tetapi menderita karena Tuhan dan gereja. Dari sini kita dapat melihat Paulus memiliki fokus yang benar terhadap penderitaan hidup, yaitu menderita karena Tuhan dan orang lain, bukan karena dirinya sendiri. Tidak heran kita melihat dari awal Paulus mengatakan: “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu .” Paulus bisa mengatakan ini karena fokus hidupnya benar. Dia tahu betul ketika dia menderita, itu adalah untuk menggenapkan apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk mengungkapkan mulianya rahasia itu , yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kita, yang menjadi pengharapan akan kemuliaan dan memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.

Keselamatan yang digenapi oleh Yesus adalah keselamatan yang sempurna, bukan ada kekurangan. Apa yang Paulus katakan tentang untuk menggenapkan apa yang kurang pada penderitaan Kristus adalah menunjukkan bahwa Injil belum tersebar luas ke ujung bumi; Meskipun kita akan menghadapi banyak penderitaan, kita harus bersukacita karena kita memiliki bagian dalam rencana agung Allah. Inilah sukacita yang harus dirasakan oleh Paulus dan kita saat ini. Melalui penderitaan Paulus dan penyebaran Injil kepada bangsa-bangsa lain, kita sekarang juga dapat menikmati keajaiban Injil. Ketika kita mengetahui dan merasakan keajaiban Injil, meskipun akan sulit bagi kita untuk terus menyebarkan Injil kepada orang-orang di sekitar kita, Allah yang menyertai kita pasti akan membantu kita.

Terakhir, kita tidak hanya akan menjadi makin seperti Kristus, tapi kita juga akan memimpin orang lain menuju jalan kesempurnaan. Sebagaimana kebenaran yang dicatat dalam  Kolose pasal tiga, konsekuensi dari bergerak menuju kesempurnaan adalah kita akan memiliki hubungan yang baik dengan Allah, dan juga dengan sesama. Semua  Ini adalah fokus yang harus dimiliki oleh kita sebagai anak-anak Allah! Jadi, mintalah Tuhan untuk menolong kita memiliki fokus yang benar dan menuju ke arah yang benar.