Hits: 2

Bersyukur hari ini kita tetap dapat memperingati hari kebangkitan Yesus Kristus. Kita semua sudah sangat familiar dengan cerita kebangkitan Yesus. Setiap kita sudah pasti tahu penderitaan yang dialami Yesus, bagaimana Ia ditolak, dihina, diolok-olok, dicambuk, sampai akhirnya mati di atas kayu salib. Pada waktu itu murid-murid-Nya dalam kesedihan, ketakutan dan kehilangan harapan. Karena mereka menyaksikan sendiri bagaimana Yesus ditangkap, diadili, dan menuju jalan salib yang penuh penderitaan sampai akhirnya mati disalib. Dalam situasi seperti itu mereka lupa apa yang Yesus pernah katakan kepada mereka, yaitu bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga (Mat. 16:21).

Mengapa Dia harus bangkit? Menggenapi nubuatan-Nya. Berulang kali Ia mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa “mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.”(Mat.20:19). Karena itu, kebangkitan Kristus telah menggenapi apa yang sudah dinubuatkan-Nya. Menghapus dosa dan pelanggaran kita serta membenarkan kita. Paulus mengatakan kepada jemaat di Roma, Yesus mati karena dosa-dosa kita, dan dibangkitkan karena pembenaran kita (supaya kita dapat berbaik kembali dengan Allah). Membuktikan Dia adalah Anak Allah. Sebelum kebangkitan-Nya, “Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah.” (Matius 27:54).  Kebangkitan Yesus dari kematian membuktikan bahwa Dia adalah Anak Allah.

Apa sebenarnya makna kebangkitan Yesus bagi kita dan apa hubungannya dengan kita hari ini? Dalam 2 Korintus 5:15 dikatakan: “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

Pertama, Kristus bangkit untuk semua orang. Jelaslah bahwa Yesus bangkit bukan hanya  untuk menggenapi apa yang telah dinubuatkan, membenarkan kita, dan membuktikan Dia adalah Anak Allah, tetapi juga supaya semua manusia memperoleh hidup dan pengharapan. Kristus telah bangkit bagi untuk  kita semua supaya kita dapat hidup berkemenangan dan  berpengharapan.

Kedua, Supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan dibangkitkan untuk mereka. Kebangkitan Kristus bukan hanya membuat kita memperoleh hidup yang kekal, tapi juga supaya kita hidup bagi Dia. Yesus Kristus rela menanggung segala penderitaan, mati di kayu salib dan bangkit dari kubur demi kita manusia yang berdosa. Jadi sudah sepatutnya kita hidup bagi Dia, dengan memuliakan Dia dan menjadi berkat bagi sesama.

Kiranya kebangkitan-Nya bukan hanya sekedar memberikan kita pengharapan, sukacita dan semangat dalam menjalani hidup ini. Tetapi marilah kita juga sungguh–sungguh hidup bagi Dia yang bangkit untuk kita. Tuhan memberkati kita. Amin