Hits: 0

Bagian ini Saya berikan tema “Lahir Untuk menjadi Saluran Berkat”. Musa lahir ketika bangsanya mengalami penderitaan berat. Bangsa Israel ditindas bahkan dijadikan budak. Bagaimana Musa bisa lahir menjadi berkat dalam situasi seperti ini?

Pertama, ia elok rupanya sehingga membuat keluarganya bangga dan berani melawan perintah raja Mesir waktu itu dimana setiap anak laki-laki yang lahir dari bangsa Ibrani harus dibunuh. Ibrani 11:23 mengatakan “Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja. Ketika melihat anak ini tumbuh iman dihati orang tuanya sehingga mereka tidak takut akan perintah raja.

Kedua, ketika anak ini ditemukan oleh putri Firaun, anak itu menangis, sehingga timbul belas kasihanlah ia kepadanya(2:6). Suara tangisan yang keluar dari mulut Musa menimbulkan kasih sayang putri Firaun kepadanya, sehingga ia menerima usul yang diberikan kakaknya. Dan hal ini membawa sukacita dan berkat yang lebih besar bagi orang tuanya karena akhirnya Musa tidak dibunuh dan ibunya sendiri yang diupah oleh putri Firaun untuk menyusuinya.

Di sini kita melihat dalam masa penderitaan berat yang dialami oleh bangsa Isreal, Allah telah mengambil insiatif membangkitkan seorang anak laki-laki dari keturunan Lewi yaitu Musa sebagai alat Tuhan untuk mengadakan pembebasan. Ini terjadi karena Penjaga Israel (Allah) tidak terlelap dan tidak tertidur (gusti ora sare). Meskipun berbagai cara digunakan oleh raja Mesir untuk memusnahkan bangsa Israel tetapi Allah senantiasa bekerja untuk memelihara umat-Nya. Dalam Roma 8:28 Paulus juga memiliki keyakinan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Mengapa Tuhan memilih dari keluarga Lewi? Dalam Kejadian pasal 34 Lewi pernah melakukan pembantaian terhadap orang Hewi karena adiknya yang bernama Dina dilecehkan oleh Sikhem anak raja Hewi. Tapi dalam Kejadian 49 Yakub mengutuk kekejaman Lewi. Mengapa justru Lewi yang dipilih Allah? Apakah Tuhan mau membalas kejahatan orang Mesir dengan lahirnya Musa dari suku Lewi yang kasar? Dalam Alkitab tidak pernah menjelaskan seperti itu. Namun dibalik itu semua, kita tahu bahwa Allah dapat mengampuni dan juga dapat mengubah kutuk menjadi berkat. Lewi yang sudah dikutuk oleh bapaknya, Allah bisa mengampuni dan mengubah kutuk itu menjadi berkat. Lewi yang pembunuh telah diubah Allah menjadi imam. Maka semua imam adalah dari suku Lewi. Dan orang Lewi yang telah dipilih Allah sebagai ganti anak sulung dan kepunyaan-Nya (Bil.3:12-13), sangat konsisten mempertahankan posisinya sebagai pilihan Allah. Dalam Kel. 32:26 ketika Musa bertanya: “Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!” dan hanya suku Lewi yang mengakui kesalahan dan berpihak kepada TUHAN. Karena mereka sadar bahwa mereka sudah dipilih dan diubah oleh Allah dari ketidakmampuan dan keberdosaan menjadi orang yang berguna di hadapan Tuhan. Itulah sebabnya dalam Ulangan 18:15 Musa berkata: “Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.” Musa sadar bahwa dia ada di alam semesta ini menjadi berkat karena dia hanya sebagai gambaran akan datangnya Mesias, juru selamat yaitu Yesus Kristus.

Kesadaran kita sebagai orang Kristen sangat penting, walaupun di dalam dunia ini ada banyak penderitaan, rintangan dan kesulitan, yang sepertinya Allah telah meninggalkan kita, tapi sesungguhnya Allah tetap turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Amin