Hits: 0

Ini adalah pernyataan yang sangat serius, juga merupakan kata-kata yang tidak disukai orang Kristen, bagi pembicara juga adalah berita yang sungkan untuk disampaikannya. Selanjutnya, yang lebih membingungkan lagi adalah bahwa Yesus Kristus berkata: “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?” Dan Yesus dengan sangat tegas berkata: ” Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.”

 Aneh juga, bukankah Alkitab mengatakan : “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” (Rm 10:10). Siapa sangka, selanjutnya Yesus berkata: hanya dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga yang akan masuk.” Dapat dilihat bahwa mereka berseru: Tuhan! Tuhan! hanya basa basi saja. Orang-orang berseru, saya ikut berseru, sama seperti banyak orang hari ini, ketika mereka mendengar seseorang berdoa, mereka segera berseru mengatakan Amin, Amin. Bahkan orang yang memimpin doa satu kalimat belum selesai mereka sudah segera berseru Amin, akibatnya orang yang berdoa tidak dapat melanjutkan. Atau jika ditanyakan apa yang baru saja dia doakan dan dia pun tidak bisa menjawab. Tidak hanya Amin, tetapi bahkan berseru Haleluya, imanuel. Pada dasarnya, kata “Tuhan” hanya untuk tuan, dan orang yang dihormati bahkan digunakan untuk menghormati Tuhan. Namun, sekarang digunakan oleh sekelompok orang ini dengan sembarangan. Yesus melanjutkan lagi dengan berkata: “Orang-orang ini tidak puas dan berseru: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?” Tuhan! Lihat, saya juga melakukan banyak pekerjaan! Berkhotbah, mengusir setan, dan mengadakan banyak mujizat demi namaMu! Apakah kita sebanding dengan orang-orang ini? Tampaknya mereka adalah seorang Kristen standar, seorang hamba Tuhan/ pengkhotbah panutan! Tetapi apa yang Yesus katakan? Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Di sini Yesus Kristus menekankan bahwa hanya mereka yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang dapat masuk. Dari sini kita dapat melihat bahwa sesuai tema yang kita renungkan dalam beberapa minggu terakhir ini. Selalu menekankan masalah yang benar dan palsu! Mujizat yang disebutkan oleh Yesus belum tentu palsu, juga belum tentu benar-benar keluar dari kuasa Yesus. “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.” (Mat. 24:24), Khususnya berbahasa roh, berapa banyak orang hari ini ingin memuaskan kebanggaan diri, jelas mengetahui bahwa itu adalah palsu, tetapi masih secara sukarela jatuh ke dalam perangkap iblis. Beberapa orang mungkin tampak di bawah pimpinan Roh Kudus melakukan apa yang dikatakan sebelumnya, seperti berkhotbah, mengusir setan, melakukan mujizat di dalam nama Tuhan, tetapi yang paling penting adalah melihat hasil akhirnya, seperti halnya beberapa gereja di Korea Selatan, Singapura, dan Indonesia yang bahkan di sebut mega church, bagaimana akhirnya? Yang lebih menyedihkan lagi adalah bahwa para pendeta besar ini telah diadili dan dijatuhi hukuman oleh pengadilan, tetapi para pengikut mereka masih tetap pergi ke pengadilan untuk unjuk rasa protes. Apakah ini adalah gerakan dari pimpinan Roh Kudus atau telah disesatkan?

Bagaimana cara menghadapi atau mengatasi masalah keyakinan ini? Kita perlu berlatih mengejar pertumbuhan hidup dan memperkaya diri dengan Firman Tuhan, dengan apa yang disebut saat teduh, doa, penyembahan, senantiasa rendah hati, seperti dalam Ibrani 5:14, 6: 1. Hanya dengan bertumbuh dewasa baru bisa makan makanan keras; Jika pikiran mereka terlatih dengan baik maka akan dapat membedakan mana yang baik dan jahat. Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Mari senantiasa datang ke hadapan Tuhan untuk mengintropeksi diri. Apakah kita ada melakukan kehendak Bapa? Sejauh mana pertumbuhan kehidupan rohaniku?