Membangun mezbah adalah suatu keharusan bagi kita. Membangun mezbah adalah berkomunikasi dengan Tuhan. Dalam kehidupan kita, kita perlu membangun mezbah bagi Tuhan; ada mezbah pribadi, keluarga dan gereja. Di perusahaan tempat kita bekerja dan sekolah kita juga perlu membangun mezbah untuk menyembah dan melayani Tuhan.

Yakub pertama kali ke Betel dicatat dalam pasal 28, karena dia menipu ayahnya untuk mendapatkan berkat hak kesulungan Esau, membuat Esau membencinya dan bermaksud membunuh Yakub, sehingga Yakub pergi meninggalkan rumah menuju rumah pamannya. Alkitab berkata: Yakub meninggalkan rumah dan sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu. Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu, dan berjanji kepada Yakub : Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau. Saat itu Yakub dengan gembira berkata : Ini tidak lain dari rumah Allah, dan menamai tempat itu Betel artinya rumah Tuhan.

Pengalaman pertama kali Yakub di Betel menyadarkannya bahwa berkat Tuhan melebihi rumahnya sendiri, dan lebih berharga dari berkat yang dirampasnya dari Esau. Ini adalah titik balik  yang paling penting di dalam pengalaman hidupnya dan membuatnya sangat bersyukur. TUHAN menjadi Allah seumur hidupnya. Dia bertekad untuk menjadikan tempat di mana Tuhan menampakkan diri kepadanya sebagai bait Allah dan memberikan persembahan sepersepuluh kepada Tuhan.

Kejadian pasal 35 mencatat Yakub kedua kali ke Betel untuk menuntut kehidupan yang kudus. Tuhan menampakkan diri untuk kedua kali kepada Yakub, Tuhan mau dia pergi ke Betel, membangun mezbah dan melayaniNya, Yakub segera meresponi panggilanNya dan memimpin seluruh keluarganya kembali ke Betel untuk menuntut kehidupan yang kudus. Melewati tempaan selama 20 tahun, Tuhan memimpinnya pulang dengan selamat. Karena itu ia kembali membangun mezbah lagi di Betel dan memimpin seluruh keluarganya untuk mengucap syukur, menyembah dan melayaniNya. Allah yang setia untuk kedua kalinya menampakkan diri,  memberkatinya dan menggenapi janjiNya, sejak saat itu ia tidak dipanggil Yakub lagi melainkan Israel, yang menunjukkan bahwa Tuhan menyertainya, dan melaluinya akan lahir satu umat yang dikuduskan yaitu Israel, untuk menggenapi rencana Allah. Yakub tersentuh oleh kasih Allah yang besar maka ia mendirikan tugu di tempat itu, yakni tugu batu; ia mempersembahkan korban curahan dan menuangkan minyak di atasnya sebagai tanda peringatan kekal.

Yakub memimpin seluruh keluarganya menetap di rumah ayahnya Ishak di Hebron dalam waktu yang lama. Dia semakin dekat kepada Tuhan, dalam puncak kerohaniannya ia tinggal di dalam lindungan Tuhan. Musuh-musuh yang mengejarnya tidak lagi bisa menyakitinya. Menjelang ajal Ishak diberkati Tuhan, ia dapat melihat anak laki-lakinya yang terpisah selama 20 tahun pulang kembali dan ke dua belas cucunya yang akan menerima janji Tuhan, kehendak Allah digenapi di hadapannya, membuat Ishak puas dan dapat beristirahat dengan tenang.

Dari pengalaman Yakub datang ke Betel untuk kedua kalinya dan dari penipuan terhadap keluarganya, untuk mendapatkan hak kesulungan Esau, tidak sebanding dengan apa yang diberikan Tuhan kepadanya. Ia melahirkan dua belas suku, Daud dari bani Yehuda, dan silsilah Daud melahirkan seorang raja, Yesus Kristus, Mesias. Janji Allah telah digenapi, kita harus mengucap syukur kepadaNya.