Hits: 0

Mari kita belajar memahami perkataan atau pengajaran Yesus di Matius 5:14-16 yang bertopik: “Kamu adalah terang dunia. Di sini Yesus mengajarkan sekaligus memberitahukan kepada murid-murid-Nya dan orang-orang yang mengikuti Dia, bahwa mereka adalah terang dunia. Karena itu, kehidupan mereka harus menjadi terang yang menyinari dunia. Ada apa dengan dunia ?

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, kehidupan manusia sudah mulai masuk ke dalam dunia yang penuh dengan kegelapan (dosa). Dari zaman itu sampai sekarang, dunia ini penuh dengan perbuatan-perbuatan jahat karena ada di dalam kegelapan. Pada dasarnya dunia tidak jahat, tetapi karena orang-orang yang hidup di dalamnya telah berdosa maka menyebabkan segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata (Kej. 6:5). Karena itu, ketika Yesus berkata: “Kamu adalah terang dunia”, itu berarti bahwa kehadiran kita di tengah-tengah dunia ini memiliki peran dan fungsi yang sangat penting, yaitu harus menerangi orang-orang yang hidup dalam kegelapan, supaya mereka keluar dari kegelapan dan masuk ke dalam terang, lepas dari kuasa iblis dan kembali kepada Allah.

Selanjutnya Yesus mengatakan:“Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu”. Artinya terang yang ada pada kita harus dilihat oleh orang lain; perubahan hidup kita  harus dapat dilihat orang. Dengan demikian terang kita baru dapat menerangi orang-orang yang hidup di dalam kegelapan dan membawa pengaruh bagi mereka. Orang yang ada di dalam kegelapan sangat membutuhkan terang. Karena itu, terang yang menyinari mereka akan mengubah hidup mereka.

Bagaimana memastikan bahwa kita adalah terang? Yesus berkata: Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. Perbuatan baik adalah terang dalam hidup kita. Terang  berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran (Efs. 5:9). Oleh sebab itu, ucapan bahagia tentang orang yang miskin di hadapan Allah, orang yang berdukacita, yang lemah lembut, yang lapar dan haus akan kebenaran, yang murah hatinya, yang suci hatinya, yang membawa damai, merupakan tindakan nyata atau kesaksian hidup bahwa kita adalah garam dan terang dunia. Dengan perbuatan baik kita seperti ini bukan hanya dapat menyelamatkan mereka yang hidup dalam kegelapan tetapi juga memuliakan Bapa yang di sorga.

Dengan demikian dapat disimpulkan: 1. Tuntutan Tuhan kepada setiap kita yang percaya kepada-Nya, adalah supaya kita dapat menjadi terang dunia. Allah ingin kita berperan dan berfungsi dengan baik sesuai dengan identitas kita. 2. Kehidupan baik atau terang hidup yang kita miliki harus bisa mempengaruhi mereka yang masih hidup di dalam kegelapan. 3. Kehidupan baik kita (terang) bersifat universal, untuk semua orang. Terang yang kita berikan adalah tanpa syarat dan perlu pengorbanan. 4. Kita adalah terang dunia maka perbuatan kita harus senantiasa memuliakan Bapa di dalam sorga. Akhirnya untuk bisa tetap menjadi penerang maka kita butuh Firman Tuhan sebagai pelita yang senantiasa menerangi hidup kita terlebih dahulu (Mzm 119:105). Sungguhkah kita adalah terang dunia? Kiranya Tuhan memberkati kita. Amin.