Hits: 0

Kemajuan teknologi di bidang komunikasi dan informasi membuat kita dapat mengakses segala macam informasi yang ada, termasuk berbagai pengajaran Kristen. Saat ini ada pengajaran dihadirkan di media oleh orang yang populer dan berkarisma, serta dikemas dengan menarik. Kini kita tidak perlu lagi mencari informasi. Tapi informasi itu langsung hadir di aplikasi email, facebook, dan WhatsApp, dan YouTube pada handphone kita. Kita hidup dalam lautan informasi saat ini. Di negara kita saat ini sangat terkenal apa yang disebut hoaks, yaitu berita yang terlihat menarik tetapi tidak benar, termasuk pengajaran-pengajaran Kristen, sangat mudah kita menemukan pengajaran yang tidak benar, juga pengajaran yang benar tetapi tidak sehat. Dalam kondisi seperti ini, kita membutuhkan kecerdasan rohani untuk memilah:

  1. Pengajaran mana yang benar dan salah? Untuk membedakan pengajaran mana yang benar dan salah, kita membutuhkan Pengakuan Iman Rasuli sebgai payung. Seperti payung, yang melindungi kita dari basah kehujanan dan panas matahari terik, demikian juga Pengakuan Iman Rasuli melindungi kita dari serangan ajaran sesat. Selama pengajaran yang kita dengar sesuai dengan pengajaran pengakuan iman rasuli itulah yang benar. Tapi kalau pengajarannya sudah keluar dari apa yang kita akui di dalam pengakuan iman rasuli ini maka itu adalah ajaran bidat. Saksi Yehuwa adalah salah satu contoh, karena mereka tidak mengakui Yesus adalah Allah. Kita harus benar-benar memahami pengakuan iman rasuli dan Alkitab kita sehingga kita tahu mana yang benar dan mana yang salah.
  2. Pengajaran mana yang sehat dan tidak sehat? Ada ajaran benar tetapi tidak sehat. Ada banyak gereja yang hanya membicarakan tentang berkat (Mat. 6:33) tetapi tidak membicarakan tentang penderitaan. Sebaliknya ada juga gereja yang terus membicarakan tentang penderitaan (Mrk. 8:34) sehingga menjadi orang Kristen hidupnya sungguh susah. Sesungguhnya Allah kita adalah Allah yang baik dan tahu segala kebutuhan kita, maka ajaran itu harus seimbang. Alkitab bersuara seperti Koor. Walaupun Alkitab bersuara berbeda dari satu teks ke teks lain, jika dipadukan akan membentuk harmoni. Sebagaimana Koor, Alkitab memiliki melodi utama dan pendukung. Kita perlu memahami mana yang utama dan pendukung, dan meletakannya pada tempatnya. Pengajaran yang sehat adalah pengajaran yang bervariasi tapi menyehatkan kerohanian kita
  3. Pengajar mana yang perlu diikuti? Matius 7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.” Sejak pada zaman gereja mula-mula Allah mengingatkan gereja-Nya ada banyak nabi-nabi palsu akan muncul terutama pada akhir zaman. Nabi-nabi palsu ini adalah orang-orang yang berkarisma dan mempunyai kemampuan untuk menarik orang mengikuti dia. Nabi-nabi palsu ini pandai berkhotbah dan menjelaskan firman Tuhan, tapi mereka adalah serigala walaupun penampilannya seperti domba. Mereka menyamar seperti domba sehingga bisa masuk ke dalam kawanan domba tersebut tapi dia adalah serigala yang memakan domba tersebut.

Bagaimana kita mengenalnya? Dari buahlah kamu akan mengenal mereka ( Mat. 7: 16-20) Tanaman yang baik adalah pohon anggur dan ara karena tanaman ini ada nilai ekonominya. Pohon-pohon ini ditanam dan dirawat dengan harapan akan berbuah banyak pada masa panen. Tanaman yang tidak baik adalah semak dan rumput berduri yang tidak ditanam, tetapi selalu tumbuh di perkebunan. Akibatnya, dari waktu ke waktu tanaman ini harus disingkirkan dari perkebunan dengan dicabut dan dibakar.

Tampaknya, Yesus tidak hanya menekankan pengajaran yang benar, tetapi juga hidup yang benar sebagai buahnya. Gereja jelas perlu belajar Firman Tuhan sehingga mengenal KEBENARAN yang menyelamatkan, membebaskan dan mentransformasikan. Gereja juga perlu belajar mengaplikasikan kebenaran di dalam hidup. Yakobus 2:17 mengingatkan: jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.