Mengapa kita datang beribadah kepada Tuhan? Karena kita adalah orang Kristen dan anak-anak Tuhan. Kita datang beribadah kepada Tuhan untuk menyembah Sang Pencipta kita dan bertemu dengan-Nya. Memang betul, itulah tujuan kita datang beribadah kepada Tuhan. Tetapi bukan hanya sekedar itu, datang beribadah kepada Tuhan juga menyangkut akan pengakuan iman kita kepada Tuhan. Yohanes 20:28 merupakan pengakuan iman Tomas kepada Tuhan. Waktu Tuhan menampakkan diri kepada Tomas, ia meresponinya dengan berkata: “Ya Tuhanku dan Allahku”. Ini adalah pengakuan Tomas yang sangat luar biasa. Apakah ketika bertemu dengan Tuhan, kita juga mengaku akan iman kepercayaan kita dengan serius?

Kalau kita perhatikan tata liturgi gereja kita atau gereja lain, jelaslah unsur pengakuan iman gereja kita sangat kental. Dalam tata liturgi kita ada Doa, PENGAKUAN IMAN RASULI, Pembacaan Alkitab, Puji-pujian dan lainnya. Semua yang berlangsung di dalam ibadah merupakan pengakuan iman kita kepada Tuhan. Karena itu ketika kita berdoa, membaca pengakuan iman rasuli, membaca Akitab bertanggapan dan menaikkan puji-pujian harus dengan segenap hati, sikap yang benar dan serius. Kita harus menjiwai apa yang kita ucapkan dan nyanyikan.

Jadi ketika ibadah sedang berlangsung, bagaimana seharusnya sikap kita kepada Tuhan, Firman Tuhan yang kita dengar minggu lalu sudah mengingatkan kita, bahwa Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. Inilah seharusnya sikap hati kita ketika datang beribadah kepada Tuhan. Mari kita intropeksi diri bagaimana sikap kita ketika datang kepada Tuhan selama ini, apakah sudah dalam Roh dan kebenaran? Artinya apakah kita mengakui iman kita kepada Tuhan lewat ibadah kepada-Nya? Karena ibadah kita kepada Tuhan adalah pengakuan iman kita kepada Tuhan,  maka  sikap kita seharusnya adalah:

  1. Beribadahlah kepada TUHAN dengan segenap hati (1 Sam. 12:20). Datang beribadah kepada Tuhan tidak boleh setengah hati tetapi harus sepenuh hati. Hati, jiwa dan pikiran kita hanya tertuju kepada Tuhan. Kita harus menanggalkan segala sesuatu yang tidak berkenan kepada Tuhan.
  2. Beribadahlah kepada TUHAN dengan tulus ikhlas dan rela hati (1 Taw. 28:9). Kita datang beribadah bukan karena paksaan tetapi karena kesadaran diri kita sebagai manusia kepunyaan Allah. Karena itu beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat. Ibadah adalah kewajiban dan tanggungjawab kita sebagai umat Tuhan, juga respon kasih dan kerinduan kita kepada-Nya, bukan suatu beban.
  3. Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan gemetar (Maz 2:11). Kita datang beribadah harus ada sikap tunduk dan hormat kepada Tuhan. Karena Dia adalah Tuhan yang menjadikan kita. Dalam ibadah kepada Tuhan, kita tidak boleh menuntut Tuhan memuaskan hati kita, tetapi kitalah yang harus memuskan hati Tuhan. Ini tidak berarti dalam ibadah kepada Tuhan, kita tidak mendapatkan sesuatu. Jika kita datang beribadah kepada Tuhan dengan segenap hati dan sikap yang benar sesuai yang dikehendaki-Nya pasti kita akan diberkati juga. Persoalannya adalah apakah kita beribadah kepada Tuhan dengan segenap hati, tulus ikhlas, rela hati, dengan takut dan hormat?

Dalam ibadah kepada Tuhan, apakah kita menyembah apa yang kita kenal, ataukah kita menyembah apa yang tidak kita kenal? Kalau kita datang beribadah dan menyembah apa yang kita kenal maka tentu kita akan beribadah dengan sikap hati yang benar. Dan selama berlangsungnya ibadah kita pun memiliki sikap hati benar, karena keseluruhan acara ibadah merupakan pengakuan iman kita kepada Tuhan.  Mari kita datang beribadah kepada Tuhan dengan sikap yang benar. Tuhan kiranya memberkati kita. Amin.