Hits: 6

Tema kita hari ini adalah “Pengorbanan Berharga”. Bagian firman Tuhan di atas menceritakan Maria  pada waktu itu sudah bertunangan dengan Yusuf. Tetapi sebelum mereka menikah, ternyata Maria sudah mengandung. Ini merupakan masalah besar bagi Maria,karena Yusuf tidak tahu bahwa Maria mengandung karena kuasa Roh Allah. Yang dialami Maria ini menurut pandangan manusia adalah hal yang tidak masuk akal atau mustahil. Sebagai manusia biasa tentu Maria merasa takut apa yang akan terjadi dengan kehidupannya. Karena itu, malaikat menguatkan Maria, katanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Lalu kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk. 1:30).

Yusuf, tunangannya itu adalah seorang yang saleh, setelah mengetahui hal ini ia bermaksud memutuskan pertunangannya. Tapi Tuhan melalui malaikat berkata kepada Yusuf: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus (Matius 1:20). Dan Yusuf pun melakukan seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan yakni mengambil Maria sebagai isterinya. Melalui kisah kelahiran Yesus Kristus ini, kita akan sama-sama merenungkan:

  1. Apa pengorbanan Maria dan Yusuf dalam menjalankan rencana Allah? Untuk menjalankan rencana Allah Maria dan Yusuf harus mengorbankan banyak hal di dalam hidup mereka. Ketika Maria berani berkata kepada malaikat Tuhan: “jadilah padaku menurut perkataamu”, artinya Maria sudah siap berkorban. Ia siap diceraikan oleh Yusuf calon suami yang dicintainya dan siap dengan segala resikonya, yaitu dipermalukan, dihina dan dipandang sebagai wanita yang tidak benar dan bisa dilempari batu karena dianggap melakukan perzinahan (hamil di luar nikah). Begitu juga dengan Yusuf, ketika ia bersedia mengambil Maria sebagai istrinya. Ia harus mengorbankan perasaan, martabat, harga diri, tidak melakukan hubungan suami istri sampai ia melahirkan anaknya, dan harus membesarkan anak yang bukan darah dagingnya. Puji Tuhan, Maria dan Yusuf taat pada pimpinan Tuhan sehingga mereka berhasil dalam menjalankan rencana Allah.
  2. Mengapa Maria dan Yusuf berani berkorban? Apa yang membuat mereka berani berkorban sedemikan rupa? Perkataan Maria:“Jadilah padaku menurut perkataanmu itu.,” dan ketaatan Yusuf kepada perintah malaikat Tuhan adalah keputusan yang berat. Mengapa mereka dapat melakukannya? Tuhan tahu akan kelemahan dan ketidakberdayaan kita sebagai manusia. Dia tahu akan ketakutan Maria dan Yusuf untuk menjalankan perintah-Nya. Karena itu, Tuhan melalui malaikat-Nya datang kepada Maria dan Yusuf menyatakan rencana-Nya. Maria dan Yusuf perlu memahami akan rencana-Nya terlebih dahulu dan dipersiapkan, diyakinkan serta diteguhkan dengan jaminan penyertaan-Nya. Inilah yang membuat Maria dan Yusuf rela berkorban, setia, dan taat menjalankannya.
  3. Apa hasil dari pengorbanan mereka? Karya besar Allah melalui perngorbanan Maria dan Yusuf membuat semua manusia berdosa yang percaya kepada-Nya akan diselamatkan. Hal ini tercatat dalam Matius 1:21 “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Pengorbanan Maria dan Yusuf adalah pengorbanan berharga karena menjadi berkat bagi semua manusia. Kita sudah menerima anugerah keselamatan dan menjadi anak-anak Tuhan. Karena itu, kita pun harus mau berkorban untuk menjadi berkat bagi orang lain. Pada zaman ini, tentu pengorbanan kita tidak seperti Maria dan Yusuf, tapi sesuai dengan panggilan Tuhan terhadap diri kita. Pada waktu itu Maria dan Yusuf yang terpanggil di antara banyak orang untuk menggenapi rencana-Nya. Oleh sebab itu, mari kita peka terhadap rencana dan panggilan Allah dalam hidup kita. Kita harus yakin, jikalau Allah mau memakai kita maka Dia akan memanggil, memperlengkapi, dan disertai dengan janji penyertaanNya, sehingga kita berani berkorban dan dengan penuh damai dan sukacita menjalankan panggilan-Nya. Seperti Maria walau ia harus berkorban dan menderita tapi ia tetap memuji dan mengagungkan nama Tuhan karena ia tahu bahwa pengorbanannya berharga dan sesuai rencana dan panggilan Allah. Apa yang bisa kita korbankan untuk Tuhan dalam perayaan Natal tahun ini? Kiranya Natal pada tahun ini dapat kita lalui dengan penuh makna. Tuhan memberkati kita semua. Amin.