Hits: 2

Yesus bertanya kepada murid-murid: “Menurut kalian, siapakah Aku ini?” Simon Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.” (Matius 16: 15-16). Keyakinan/iman tidak hanya mendengar apa yang dikatakan orang saja , pengenalan seperti ini sangat dangkal, dan begitu menghadapi tantangan, ia akan segera mundur. Iman harus dialami oleh Anda sendiri, dan pengenalan seperti ini akan sangat mendalam. Tidak masalah bagaimana orang lain mengomentari Tuhan Yesus, yang penting adalah apakah kita memiliki pengenalan yang benar dan mendalam tentang Tuhan Yesus.

Siapakah Yesus dengan kita ada relasi yang sangat erat. Karena masalah ini mempengaruhi seluruh hidup kita, bahkan mempengaruhi roh jiwa kita sampai kekal. Yesus adalah Anak Allah, apakah ada bukti?

  1. Penggenapan nubuat Alkitab Perjanjian Lama. Ribuan tahun sebelum kelahiran Yesus, Alkitab Perjanjian Lama sudah menubuatkan, di tengah bangsa Yahudi akan lahir seorang Mesias, menjadi Juruselamat umat manusia. Dan ada catatan terperinci dalam Perjanjian Baru: Yesus dilahirkan anak dara – (Lht. Luk 1: 27-35, Mat. 1:23). Tuhan yang kita percaya adalah Pencipta segala sesuatu di alam semesta, Allah Yang Mahakuasa, dan tak terbatas. Kita percaya bahwa Tuhan menciptakan kehidupan, Ia menjadikan dari tidak ada menjadi ada, maka tidak sulit bagi kita untuk percaya bahwa Tuhan sanggup membuat seorang perawan mengandung dan melahirkan anak. B. Yesus tidak berdosa membuktikan bahwa Ia adalah Tuhan – Juga karena Yesus dilahirkan dari seorang perawan oleh Roh Kudus, karena itu Ia tidak berdosa. Di dunia ini setiap orang berdosa. Hanya Yesus yang berani secara terbuka menyatakan: “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? (Yoh. 8:46). Ketika Yesus diadili di hadapan Pilatus, Pilatus berkata: “Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.” (Yoh. 18:38b). Yesus tidak berdosa, maka Dia memiliki kuasa pengampunan dosa. C. Yesus melakukan mujizat membuktikan Dia adalah Allah – Yesus melakukan banyak mujizat yang supranatural : angin ribut diredakan, mengubah air menjadi anggur, memberi makan lima ribu orang,  menyembuhkan orang yang sakit kusta, orang buta dapat melihat, bahkan membangkitkan orang mati.  D. Yesus mati bagi kita di kayu salib – Yesus menderita disalibkan, menggenapi karya keselamatan Allah, agar orang yang percaya diselamatkan.  E. Yesus bangkit dari kematian membuktikan Dia adalah Allah – Yesus berulangkali menubuatkan, Ia harus menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. (Mat. 16:21) Kebangkitan Tuhan Yesus membawa kita pengharapan kekal, bahwa Tuhan yang kita percaya bukan kepada Tuhan yang mati, Ia adalah Allah yang hidup dan yang benar. Kebangkitan Tuhan Yesus memberitahukan kita  bahwa Dia akan menyertai kita selamanya.
  2. Pengaruh Yesus terhadap manusia membuktikan Dia adalah Anak Allah. Yesus dilahirkan dalam keluarga yang rendah dan hina, tanpa kekayaan, kekuasaan, dan pendidikan tinggi, tetapi Dia telah mempengaruhi umat manusia dan dunia lebih dari raja-raja di dalam segala zaman. Kata-katanya lebih bijak daripada filsuf. Jutaan orang di dunia telah mengalami perubahan hidup karena percaya kepada Yesus. Pengaruh Yesus pada semua manusia membuktikan bahwa Dia adalah Anak Allah.
  3. Ilmuwan membuktikan Yesus adalah Anak Allah. Pernah ada ahli sejarah (secara khusus mensurvei 300 ilmuwan terbesar dalam tiga abad terakhir, dan kesimpulannya adalah: tidak bisa menemukan mereka percaya atau tidak, ada 38 orang, yang tidak percaya Tuhan ada 20 orang/8%, percaya adanya Tuhan ada 242 orang/92%. Di antaranya termasuk astronom hebat Copernicus, Galileo, Newton, Edison penemu lampu listrik.
  4. Orang yang menentang juga percaya Yesus adalah Anak Allah. Pemimpin ateis yang bernama John Barbini, buku yang ditulis pada awalnya dengan tulisan-tulisannya yang arogan untuk menghina Kristus mendapatkan pujian dari orang-orang yang tidak percaya, tetapi suatu hari dia secara pribadi mengenal Kristus dan menulis sebuah buku tentang Kristus, yang menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah dan secara terbuka mengakui bahwa dia telah menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadinya.

Karena Yesus adalah Anak Allah, marilah kita meninggikan dan memuliakan Dia di dalam kehidupan pelayanan kita. Dalam merayakan kelahiran Tuhan Yesus pada bulan Desember ini. Apakah Yesus Anak Allah? Anda harus mengatakan dari lubuk hatimu siapa Yesus itu. Karena jika Anda hanya mendengarkan orang mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah, itu tidak ada hubungannya denganmu. Tetapi jika engkau mengalaminya sendiri, maka kepercayaan Anda adalah iman yang hidup. Jadi ketika Anda menghadapi berbagai masalah dan kesulitan, karena iman Anda hidup, maka engkau dapat terus bertahan dan bahkan menyaksikan karya Allah/ menjadi saksi hidup bagi Allah.