Ini adalah kisah yang familiar bagi kita umat Kristen. Tapi kita jarang menggunakan sedikit waktu untuk berusaha merenungkan pengajaran dan berita yang akan disampaikan kepada kita. Atau sering kita hanya menilai bahwa Hagar seharusnya tidak mencari kesusahan sendiri dengan memandang rendah Sarai, nyonyanya. Tentu saja, kita juga mungkin berkata bahwa Abraham seharusnya tidak mendengarkan saran istrinya sehingga menyebabkan tragedi keluarga bahkan menjadi kebencian yang berkelanjutan antara Israel dengan Saudi Arabia yang berlangsung ribuan tahun sampai sekarang. Hari ini kita akan merenungkan satu perkataan yang diungkapkan oleh Hagar di dalam penderitaannya ketika ia keluar meninggalkan rumah nyonyanya: “Engkaulah El-Roi / Allah yang memperhatikanku” (ayat 13).

TUHAN tidak karena Abraham memperistri (menerima) Hagar menjadi istrinya lalu mempersalahkan Hagar dan meninggalkan Hagar serta Ismael yang dilahirkannya. Dia tetap mengasihaninya dan menampakkan diri kepada dia serta menunjukkan kepada dia apa yang harus dilakukannya (ayat 7).

Benar, Allah memahami kondisi manusia, itulah sebabnya mengapa ketika Hagar di padang gurun, Allah mengutus malaikat ke sana menjumpainya. Meskipun Allah telah berjanji Ishak akan menjadi nenek moyang bangsa besar, tapi Allah juga ingin agar Hagar tahu bahwa Ia tetap memperlakukannya dengan adil. Anak yang akan dilahirkannya juga akan menjadi nenek moyang bagi bangsa besar lainnya, sekalipun bangsa besar ini berbeda dengan bangsa besar dari anak Sarai (tidak tercantum dalam silsilah keselamatan). Allah adalah adil, Dia tidak pernah melupakan Hagar. Dari mana kita dapat melihatnya?

  1. Kita tahu bahwa Hagar adalah ibu dari Ismael, meskipun Ismael tidak menjadi nenek moyang dalam keyakinan bangsa Israel, tapi ia diberkati Allah juga, akhirnya ia menjadi nenek moyang bangsa besar yang lain, yaitu negara Arab yang terbentuk. Karena itu, Hagar sebagai ibu dari sebuah negara besar juga menjadi salah satu tokoh yang sangat penting di dalam sejarah manusia, bahkan dapat dikatakan apa yang diterimanya tidak kurang dari Sarai.
  2. Hagar pada dasarnya adalah orang Mesir yang tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, ia seorang hamba yang tanpa pengharapan. Tapi Hagar masuk ke dalam keluarga umat Allah dan mengetahui tentang Allah, karena itu ketika ia mengalami kesulitan, Allah mengutus malaikat-Nya datang menghibur dia, memberikan perlindungan dan memberkati keturunannya. Ia mendapatkan tempat istimewa di mata Allah. Hal ini tidak hanya membuat kita dapat melihat kasih karunia Allah yang ajaib, tapi juga kasih Allah yang luas tak batas. Ia mengasihi semua orang dan memperlakukan semua orang dengan adil. Allah berpegang pada perjanjian-Nya dengan Abraham, sekaligus memperhatikan Hagar dan Ismael. Jika kita ingin menjadi pengikut Kristus yang sejati maka jangan menolak orang-orang yang menderita. Allah tidak pernah meninggalkan Hagar, sekalipun ia adalah hamba yang hina, Allah tetap memperhatikan dia.

Kita harus senantiasa merenungkan tentang pemeliharaan Allah, semakin kita merenungkan  semakin kita akan bersukacita. Bagaimana pemeliharaan Allah itu?

  1. Pemeliharaan Allah adalah adil: Ada yang berpikir bahwa orang-orang saleh baru akan mendapatkan pemeliharaan, tapi Hagar adalah hamba, dan karena bertarung dengan orang maka ia melarikan diri, tapi Allah tetap memelihara (Kej. 16:13). Karena itu, pemeliharaan Allah adalah adil bagi semua orang, Ia memelihara bukan karena orang menghormati-Nya dan baik kepada Dia (Mat. 5:45: Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.) Pemeliharaan Allah adalah melampaui segalanya dan selamanya tidak berubah.
  2. Pemeliharaan Allah adalah masa sekarang dan yang akan datang: Allah bukan hanya memelihara Hagar dan anaknya Ismael, tapi juga akan memelihara keturunan Ismael (Kej. 21:17-18). Pemeliharaan Allah adalah untuk rencana yang kekal, adalah bersifat jangka panjang dan tidak akan karena hal kecil maka berubahlah prinsip pemeliharaan-Nya.
  3. Pemeliharaan Allah menunjukkan bahwa karakter-Nya adalah hidup, Maha hadir, Maha tahu dan Maha kuasa.
  4. Pemeliharaan Allah yang paling konkret adalah Yesus firman yang telah menjadi manusia dan menggenapi keselamatan, Tuhan Imanuel yang selalu menyertai dan memelihara kita.