Pasal ini adalah pasal terakhir dari Alkitab tentang kisah kehidupan Abraham. Dari awal hingga akhir, Alkitab menggunakan 14 pasal (11:26-25:11) mencatat dan menceritakan tentang seluruh kehidupan Abraham. Dalam 14 pasal ayat firman Tuhan ini kita dapat melihat panggilan dan janji-janji Allah kepada Abraham.

Sesungguhnya berdasarkan apakah Abraham dapat memperoleh panggilan Allah dan sampai Allah bisa mengadakan perjanjian dengan dia? Tidak ada, semua ini adalah anugerah Allah. Bersamaan dengan itu, karena Allah adalah setia dan tidak pernah berubah. “Kasih setia-Ku tidak akan Kujauhkan dari padanya dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan-Ku.”(Mzm. 89:34). Karena itu, kita melihat selama hidup Abraham, meskipun ia mengalami banyak pasang surut di dalam kehidupannya, tapi pada akhirnya kita melihat kasih karunia Allah yang luar biasa selalu memimpin dia dapat melewatinya.

Jika kita mlihat kembali pada awal: Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.(Kej. 12:1-3). Dari bagian firman Tuhan ini, setidaknya kita dapat melihat tiga titik berat:

Pertama: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu” (berjanji akan memimpinnya pergi ke satu tempat, tapi tempat apakah itu, di mana, apa namanya, bagaimana lingkungannya, semuanya tidak dikatakan dan tidak jelas.

Kedua: “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar”. Untuk menjadi bangsa yang besar maka harus ada orang-orang, ada rakyat, dan agar ada rakyat harus ada warga, untuk memiliki warga harus dimulai dengan anak-anak. Tapi dari usia 75 tahun sampai 99 tahun baru janji itu ditegaskan kembali bahwa pada usia 100 tahun barulah Ishak akan diberikan kepadanya.

Ketiga: Ishak menikah waktu berumur 40 tahun, dan bukan beberapa tahun ia sudah dapat melihat anak cucunya, tapi ia masih harus menunggu dua puluh tahun, yaitu setelah Ishak memperoleh Esau dan Yakub pada umur 60 tahun. Dalam waktu ini kita tidak melihat lagi Abraham memiliki keraguan atau protes. Mengapa? Karena dalam jangka waktu panjang ia telah melewati berbagai macam ujian hidup yang membuatnya sungguh-sungguh menyadari bahwa berkat Allah tidak pernah berubah.

Di sisi lain kita melihat pada waktu ia meninggal, apakah janji berkat Allah kepadanya tergenapi? Memang, berkat yang dijanjikan Allah pasti digenapi.

Bagaimana pula dengan anak cucunya? Anak Abraham selain Ishak dan Ismael, juga Ketura melahirkan baginya enam anak, karena itu Abraham setidaknya memiliki delapan anak laki-laki. Dari sisi cucu-cucu, yaitu Esau dan Yakub, dan anak-anak dari Ismael ada dua belas orang dan semua berkembang menjadi dua belas raja masing-masing dengan sukunya. Ditambah pula enam anak yang dilahirkan oleh Ketura. Ketura melahirkan baginya Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Sua. Yoksan memperanakkan Syeba dan Dedan. Keturunan Dedan ialah orang Asyur, orang Letush dan orang Leum. Anak-anak Midian ialah Efa, Efer, Henokh, Abida dan Eldaa. Itulah semuanya keturunan Ketura.(Ayat 2-4).

Kej. 17:4: “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.” Jelaslah janji Allah bahwa ia akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Mulai menjadi kenyataan. Dapat dikatakan juga ia menikmati kebahagiaan bersama banyak anak cucu, minimal ia hidup bersama dengan kedua cucunya Esau dan Yakub lima belas tahun lamanya.

Benar, sungguh kita semua bisa mengalami janji berkat yang tidak berubah dan setia dari Allah kepada setiap kita anak-anak Tuhan yang percaya kepada-Nya.