Dari kitab Nehemia pasal 1 kita dapat melihat Nehemia sangat sedih ketika mendengar bahwa tembok Yerusalem telah rubuh. Nehemia duduk, menangis dan berkabung atas apa yang terjadi dengan tembok Yerusalem. Kemudian ia berdoa dan mengaku segala dosa yang telah dilakukan oleh orang-orang Israel. Selanjutnya dipasal 2 memberitahukan kita bahwa pada waktu Nehemia sedang menjalankan tugasnya menyediakan dan  mengangkat anggur serta menyampaikannya kepada raja. Nehemia kelihatan sedih di hadapan raja, maka raja bertanya kepadanya: “Mengapa mukamu muram? Engkau tentu sedih hati.” Nehemia menjawab: “Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?” Lalu raja berkata kepada Nehemia: “Jadi, apa yang kauinginkan?” Dalam hati Nehemia berdoa  kepada Allah semesta langit. Lalu ia meminta izin kepada raja untuk membangun kembali kota dan tembok yang hancur. Akhirnya raja berkenan memberikan izin kepada Nehemia. Bagaimana Nehemia memulai pembangunan tembok Yerusalem yang hancur ?

  1. Berdoa. Ketika ia mendengar tentang keadaan tembok Yerusalem, ia duduk menangis dan berkabung selama beberapa hari serta berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit (Neh.1:4). Waktu bertemu Raja Artahsasta ia juga berdoa (Neh. 2:4). Dan kalau kita melihat Neh. 2: 17-20, Nehemia bukan hanya pada saat membangun tembok Yerusalem memulai dengan doa. Tapi saat ia mulai bergerak dan melakukan sesuatu ia selalu berdoa juga. Bahkan sampai akhirnya pada waktu selesai ia tetap berdoa. Nehemia tahu untuk membangun tembok Yerusalem tidak dapat mengandalkan kekuatannya sendiri, tapi harus bersandar pada kekuatan dari Tuhan. Karena itu dipasal 3 kita dapat melihat bagaimana keterlibatan seluruh umat di dalam membangun tembok Yerusalem. Doa Nehemia menggambarkan kerinduan, kesadaran, dan kepekaan Nehemia akan pentingnya membangun tembok Yerusalem bersama-sama, supaya bangsa Israel tidak dihina lagi (2:17). Nehemia memulai dengan DOA, bekerja sambil DOA dan ditutup dengan DOA. Doa memiliki kekuatan yang luar biasa.
  2. Memulai dengan Visi dan Misi dari Tuhan (ayat 11-12). Setelah Nehemia mendengar tentang keadaan tembok Yerusalem, ia tidak langsung bertindak, tapi yang dilakukan adalah berdoa, sehingga Tuhan memberikan visi dan misi kepadanya untuk membangun kembali tembok Yerusalem. Jadi pembangunan tembok Yerusalem bisa dimulai karena ada visi dan misi dari Tuhan. Walaupun pekerjaaan pembangunan tembok Yerusalem merupakan visi dan misi dari Tuhan, tetap saja ada tantangan, persoalan dan kesulitan. Bagaimana Nehemia mengatasinya? Mengapa Nehemia sanggup menyelesaikannya?
  3. Ada persiapan dan perencanaan yang matang (ayat 13-16). Pada malam hari Nehemia keluar untuk menyelidiki dengan seksama tembok-tembok Yerusalem yang telah terbongkar, dan meneruskan perjalanannya menuju pintu gerbang Mata Air dan ke Kolam Raja, setelah itu ia naik ke atas dan menyelidiki dengan seksama tembok itu. Setelah itu ia pulang dan tidak memberitahukan apa-apa kepada orang Yahudi, para imam, para pemuka, para penguasa dan para petugas lainnya. Walaupun ada hambatan, tantangan dan kesulitan, tapi jika ada persiapan dan perencanaan yang matang serta dijalankan sesuai dengan visi dan misi dari Tuhan maka kita akan melalui dengan baik.
  4. Bersama-sama membangun tembok Yerusalem (ayat 17-18). Setelah melewati berbagai persiapan dan perencanaan, barulah Nehemia memberitahukan orang-orang Israel: “Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela.” Nehemia tidak hanya menceritakan keadaan tembok Yerusalem, tapi juga mengajak seluruh orang Israel bersama-sama membangun kembali. Mereka meresponinya dengan baik dan berkata: “Kami siap untuk membangun!” Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu”.

Hari ini kita merayakan HUT GKWI ke-34. Bagaimana keadaan gereja kita hari ini? Gereja kita masih berdiri dengan kokoh, tidak seperti tembok Yerusalem yang hancur lebur.  Tetapi gereja kita tidak bisa hanya berjalan ditempat tanpa ada perubahan dan pengembangan. Visi dan Misi gereja kita saat ini adalah misi pelayanan di Dumai.  Keteladanan dari Nehemia membangun tembok Yerusalem kiranya menolong kita membangun gereja Tuhan di Dumai. Mari kita bersama-sama berdoa, menangkap visi dan misi dari Tuhan, membuat persiapan dan  perencanaan yang matang dan mari kita bersama-sama dengan segenap Hamba Tuhan, pengurus gereja, aktivis gereja dan jemaat GKWI membangun rumah Tuhan. Bersama-sama kita bisa. Kiranya Tuhan memberkati kita dan gereja-Nya. Amin.