Hits: 51

Perpajakan pemerintah Romawi pada zaman Yesus tidak dipungut oleh petugas pajak  langsung kepada rakyat, tetapi dengan cara tender yang memungkinkan masyarakat bisa melakukan penawaran dan pemenang tender dapat dikatakan sebagai kepala pemungut cukai setempat. Kemudian dibagi area yang lebih kecil lagi untuk memungkinkan pemungut pajak yang lebih kecil untuk tender yang lebih kecil. Tentu saja, para tender ini ingin mendapatkan uang, karena itu, pada waktu memungut pajak tak terhindari mereka akan menaikkan nilai pajaknya. Di sisi lain, dalam pandangan umum orang Israel, pemungut cukai ini memungut pajak untuk penguasa pemerintahan Romawi. Oleh karena itu, mereka dianggap sebagai pemungut cukai pemerintah Romawi, yang memeras dan mengkhianati saudara sebangsanya sendiri. Mereka dipandang sebagai orang berdosa, dan Zakheus bukan hanya pemungut cukai, tetapi kepala pemungut cukai, sehingga ia dianggap sebagai pendosa besar

Bersamaan dengan itu, Alkitab secara khusus menegaskan bahwa Zakheus adalah kepala pemungut cukai di Yerikho. Yerikho bukan kota kecil pada waktu itu. Dalam perumpamaan tentang orang Samaria yang baik, Yerikho juga dikenal sebagai kota dengan kemakmuran ekonomi.  Karena itu, Zakheus bisa menjadi kepala pemungut cukai dikota tersebut, jelaslah bahwa ia adalah seorang yang mempunyai kedudukan, kekayaan dan tokoh besar dalam dunia politik.

Seseorang yang mempunyai kekayaan, kekuasaan, dan nama. Dalam pandangan umum, bisa dikatakan itu adalah orang yang sukses / berprestasi. Ini bisa dikatakan adalah harapan orang tua untuk anak-anaknya, dan itu adalah tujuan hidup kaum muda (materialisme). Sekarang tampaknya tujuan yang dikejar telah tercapai, tetapi apakah tujuan yang dicapai sudah dapat memuaskan hidupnya? Seharusnya masih tidak dapat, karena ia seharusnya juga tahu bahwa di mata orang Israel saudara sebangsanya, ia adalah pendosa besar, vampir yang digunakan oleh pemerintah Romawi untuk memeras saudara sebangsanya sendiri. Bukankah sebagian teman, juga saling memperalat karena untung rugi/kepentingan? Teman yang benar-benar baik ada berapa orang? Setelah memiliki ketenaran, kekuasaan dan kekayaan lalu bagaimana memenuhi kebutuhan jiwa yang sesungguhnya?

Di dalam hati Zakheus ia sadar bahwa di dalam hidup ini teman sejati itu tidak banyak, kebanyakan dari mereka adalah pihak yang berkepentingan baru bertatap muka dengan senyum. Seperti yang disebut teman berfoya-foya. Orang yang ditemuinya bersikap dingin dan menghina, semakin membuatnya berpikir apakah kebahagiaan dan kepuasan sejati di dalam hidup ini dan di manakah ia bisa mendapatkannya?

Ketika Yesus datang ke kota Yerikho, seketika itu telah menggemparkan seluruh kota Yerikho, dan hal ini juga pasti sampai ke telinga Zakheus. Perihal tentang Yesus seharusnya sudah terdengar oleh Zakheus. Sekarang Yesus telah datang, ia ingin melihat bagaimana orang-Nya? Tetapi setiap kali Yesus sampai di suatu tempat dari depan dan belakang orang banyak berbondong-bondong mengikuti-Nya sedangkan Zakheus badannya pendek, dan siapa yang akan memberi jalan kepadanya? Maka ia memanjat pohon ara untuk melihat Yesus. Tetapi Yesus Kristus mengambil inisiatif untuk mencarinya di bawah pohon dan berkata kepadanya: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Dan Yesus menyatakan: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini.” “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Pada saat ini, Zakheus telah mendapatkan makna dan kebahagiaan sejati yang ia cari. Maka Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Ya, karena terang hidup telah datang ke rumahnya, menerangi hidupnya, sehingga ia dapat melihat dengan jelas nilai sejati hidup manusia; manusia yang memiliki terang hidup kekal, akan melihat ketenaran, kekayaan dan kekuasaan adalah pemberian Tuhan agar dipergunakan untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama, dan tidak untuk digunakan hanya bagi diri sendiri.