Bagian firman Tuhan ini adalah catatan doa syafaat pertama, dan dapat dikatakan bahwa Abraham adalah pendoa syafaat pertama yang tercatat di dalam Alkitab. Di sini dicatat pada suatu hari, TUHAN Allah dengan rupa manusia bersama dua orang malaikat datang ke tempat Abraham. Pada awal Abraham masih tidak tahu Dia adalah TUHAN Allah dan menyambut mereka seperti umumnya menyambut tamu yang datang dari jauh. Pada awal TUHAN Allah juga tidak langsung menunjukkan identitas diri, hanya mengulangi menjanjikan seorang anak laki-laki kepada Abraham dan memastikan bahwa tahun depan Sara akan melahirkan seorang anak, kemudian secara bertahap baru menunjukkan jati diri sebenarnya dan menceritakan kepada Abraham tentang kota Sodom dan Gomora yang akan dimusnahkan. Berikutnya terjadilah doa syafaat dengan pola tawar menawar dari Abraham seperti yang dicatat dalam bagian ini. Di dalam bagian firman Tuhan ini memberikan kita banyak ajaran dan kebenaran penting tentang doa syafaat. Tapi kita hanya akan merenungkan tentang ajaran doa syafaat Kristen.

Di sini memberitahukan kita bahwa Abraham adalah orang pertama yang berdoa syafaat. Kejadian 18 selain mencatat cerita tentang doa syafaat, juga memberikan inspirasi prinsip-prinsip dasar doa syafaat. Dalam Alkitab doa syafaat adalah hal besar. Alkitab berulangkali mencatat tentang kebenaran doa syafaat: Mat. 9:36-38: “Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.” Ini adalah perintah Yesus. Rasul Petrus juga berkata: “..kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri,supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (1Ptr. 2: 5,9).

  1. Tanggung jawab imam: yang terutama adalah berdoa syafaat bagi bangsa dan umat. Karena kita adalah imamat yang rajani, maka salah satu tugas utama kita adalah “berdoa syafaat”dan ini juga merupakan perintah Yesus. Sayangnya, kita sering lalai dalam hal ini, karena kita sering berpikir doa syafaat adalah tugas/ hak khusus pendeta dan penginjil.
  2. Allah secara khusus datang mencari orang yang bersedia untuk berdoa syafaat: Kali ini Allah sengaja datang mencari Abraham bukan hanya untuk mengumunkan kepada Abraham dan Sara tentang kelahiran Ishak, yang lebih penting lagi adalah mencari seorang pendoa syafaat. Abraham tinggal di hadapan TUHAN, bahkan setelah kedua malaikat meninggalkan mereka menuju Sodom, Abrham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN (Kej. 18:22). Pada saat itu Allah membuka diri sendiri kepada Abraham, tapi dengan cara memberi isyarat bukan secara langsung. Allah tidak mengatakan: “Abraham, Aku akan segera memusnahkan Sodom, di sana ada Lot. Aku sangat prihatin akan dia, Aku ingin kau berdoa baginya. Tapi Ia mengatakan: “”Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.” (Kej. 18:20-21). Allah tidak mengungkit tentang Lot, tapi Ia berbicara tentang Sodom, maksud-Nya adalah untuk Lot. Allah ingin ia melihat dahulu krisis Sodom dan Gomora, seperti Yesus melihat orang banyak yang bagaikan domba-domba yang tidak bergembala waktu memanggil murid-murid-Nya. Dan seperti tuaian yang siap dipanen ( dalam kondisi yang sangat terdesak, krisis dan kasihan), tapi pekerja sedikit. Maka Ia ingin murid-murid-Nya memminta kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
  3. Lihat krisis zaman, kebutuhan mendesak, domba-domba yang tidak bergembala, tuaian yang sudah menguning, kalau tidak dipanen akan dimakan oleh burung-burung, diinjak-injak binatang, bersamaan dengan itu angin bertiup dan jatuh ke tanah sehingga tidak dapat dipanen lagi. Bagaimana kita melihat, mendengar hari ini?

Isi doa syafaat: Paulus menasehatkan Timoitus: “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. (1Tim. 2:1-2)

Manfaat doa syafaat:

  1. Supaya kita memiliki hubungan yang semakin dekat dengan Tuhan seperti Abraham.
  2. Tidak jatuh di dalam mengasihani diri: dalam doa syafaat kita akan melihat keadaan dan apa yang dialami oleh begitu banyak saudara kita lebih buruk dari kita sehingga kita tidak hanya melihat permasalahan kita sendiri, karena itu:
  3. Kita akan makin bersyukur dan bersukacita.

Mencegah penuaan diri, jika saudara-saudari yang lebih tua berdoa untuk anak cucu, jemaat, para hamba Tuhan dan aktivis setiap hari maka itu akan mencegah ancaman degenerasi otak (pikun).