Kejadian 24:1-67 adalah cerita tentang kehidupan Abraham pada masa tuanya yang ingin mencari seorang istri buat anaknya Ishak. Abraham memiliki ketentuan bahwa yang menjadi istri Ishak adalah dari sanak saudaranya sendiri. Karena itu, ia mengutus hambanya untuk kembali ke negeri asalnya dan mengambil sumpah dari hambanya supaya melakukan apa yang diperintahkannya. Tentu ini adalah tugas yang tidak mudah, maka hamba Abraham berdoa: “TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya tercapai tujuanku pada hari ini, tunjukkanlah kasih setia-Mu kepada tuanku Abraham. Di sini aku berdiri di dekat mata air, dan anak-anak perempuan penduduk kota ini datang keluar untuk menimba air. Kiranya terjadilah begini: anak gadis, kepada siapa aku berkata: Tolong miringkan buyungmu itu, supaya aku minum, dan yang menjawab: Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum — dialah kiranya yang Kautentukan bagi hamba-Mu, Ishak; maka dengan begitu akan kuketahui, bahwa Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu kepada tuanku itu. (Ayat 12-14)” Sebelum ia selesai berbicara, datang seorang gadis yang cantik dengan membawa buyung lalu turun ke mata air dan mengisi buyungnya, lalu kembali naik. Berkatalah hamba Abraham itu kepada gadis itu: “Tolong beri aku minum air sedikit dari buyungmu itu.” Gadis itu bukan hanya memberi dia minum, tetapi unta-untanya juga. Lalu hamba Abraham mulai mengamat-amati unuk melihat apakah Tuhan membuat perjalanannya berhasil atau tidak. Ternyata Tuhan memang yang memimpin perjalanannya. Gadis ini adalah anak saudara Abraham Nahor, putri Betuel. Selanjutnya sampailah ia di rumah gadis itu bertemu dengan ibunya dan saudara laki-laki gadis itu. Dari hasil pembicaraannya antara hamba Abraham dan pihak keluarga gadis itu, kita dapat melihat kasih setia Tuhan dalam hidup Abraham sungguh besar dan tidak pernah berubah. Akhirnya gadis yang bernama Ribka itu bersedia pergi mengikuti hamba Abraham dan Ishak dapat memperistrinya, semuanya adalah pimpinan Tuhan. Abraham melalui hambanya berhasil menemukan seorang istri yang sepadan buat Ishak, semuanya adalah kasih setia Tuhan. Mengapa kasih setia Tuhan senantiasa menyertai kehidupan Abraham?

  1. Abraham tidak pernah lupa pada Tuhan yang memberkati hidupnya. Tidak lupa akan berkat Tuhan dalam hidup kita amat penting. Abraham masih ingat akan janji Tuhan dan pemberian Tuhan dalam hidupnya. Karena itu, Abraham mengingatkan hambanya bahwa kasih setia Tuhan akan menyertai dalam perjalanannya mencari seorang gadis untuk Ishak (ayat 7). Oleh sebab itu, orang-orang yang senantiasa mengingat akan berkat-berkat Tuhan dalam hidupnya akan semakin setia dan taat kepada Tuhan dan hidupnya akan terus diberkati.
  2. Abraham menjalankan hidupnya sesuai kehendak Tuhan. Untuk mendapatkan kasih setia Tuhan dalam hidup kita, maka kita harus senantiasa berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita dapat melihat ketika Abraham berjalan menurut keinginannya maka ia melakukan kesalahan dan mendatangkan malapetaka. Contohnya di Mesir ketika ia menyuruh Sara berbohong karena takut dibunuh, maka Tuhan mendatangkan tulah bagi orang Mesir. Tetapi ketika Abraham kembali berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan maka kasih setia Tuhan terus memimpin hidupnya. Dalam hal mencari seorang gadis buat Ishak, Abraham tetap berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. Akhirnya hambanya berhasil menemukan seorang gadis untuk menjadi istri Ishak. Karena itu, orang-orang yang berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan, akan mendapatkan kasih setia Tuhan dan perjalanan hidupnya akan dibuatnya berhasil.
  3. Abraham menyadari hidupnya semata-mata adalah angerah Tuhan. Abraham sadar bahwa semua yang dimiliki dan yang disediakan Tuhan baginya adalah anugerah dari Tuhan. Kesadaran Abraham ini ditunjukkan melalui sikap hambanya dan sanak-saudaranya. “Lalu Laban dan Betuel menjawab: “Semuanya ini datangnya dari TUHAN; kami tidak dapat mengatakan kepadamu baiknya atau buruknya. Lihat, Ribka ada di depanmu, bawalah dia dan pergilah, supaya ia menjadi isteri anak tuanmu, seperti yang difirmankan TUHAN. (ayat 50-51)“. Abraham bisa mendapatkan seorang gadis yang baik untuk Ishak karena pimpinan dan kasih setia Tuhan. Abraham sadar  itu adalah anugerah.

Bila kasih setia Tuhan senantiasa menyertai kita, walaupun tidak semuanya berjalan dengan lancar, namun kita akan tetap merasa aman dan nyaman, karena Tuhan akan memimpin langkah kehidupan kita. Sepanjang hidup kita, kita senantiasa membutuhkan kasih setia Tuhan. Hanya kasih setia Tuhan mampu membangkitkan semangat hidup kita. Jika ada gelombang ombak menghantam hidup kita, kita tidak perlu takut dan kuatir, karena ada kasih setia yang Tuhan menyertai kita. Kiranya Tuhan memberkati kita. Amin.