Tema kita hari ini adalah “Kehidupan Lea dan Rahel”. Berbicara mengenal kehidupan Lea dan Rahel tentu ada kaitannya dengan Yakub. Karena kedua perempuan ini adalah istri Yakub. Apa yang bisa kita pelajari dari kehidupan mereka? Dalam Kej. 29:16-17 dikatakan Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel. Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya. Selanjutnya, dijelas lagi tentang bagaimana kehidupan  dan karakter mereka.

Kehidupan Lea: Kejadian 29:31 “Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul.” Apa yang ingin disampaikan kepada kita dari ayat ini? Tuhan mengetahui dan melihat penderitaan yang dialami oleh Lea. Ayat 30 memberitahukan kita bahwa Yakub lebih mencintai Rahel dari pada Lea. Tentu hati Lea sangat sedih dan menderita karena tidak dicintai. Meskipun demikian, Lea tidak melakukan tindakan apa-apa, untuk bisa merebut hati Yakub.  Tetapi TUHAN tahu apa yang dialami oleh Lea, dan TUHAN memperhatikan kehidupan Lea. Karena itu dibuka-Nyalah kandungannya sehingga Lea dapat melahirkan anak-anak bagi Yakub. Dan Lea memberikan nama kepada anak-anaknya sungguh luar biasa indahnya. Pertama: Ruben, artinya “Sesungguhnya TUHAN telah memperhatikan kesengsaraanku; sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku. Kedua: Simeon, artinya “Sesungguhnya, TUHAN telah mendengar, bahwa aku tidak dicintai, lalu diberikan-Nya pula anak ini kepadaku”. Ketiga: Lewi, artinya “Sekali ini suamiku akan lebih erat kepadaku, karena aku telah melahirkan tiga anak laki-laki baginya. Keempat: Yehuda, artinya: “Sekali ini aku akan bersyukur kepada TUHAN.” Dari sini kita dapat melihat Lea memiliki hubungan dekat  dengan Tuhan. Tapi sangat disayangkan, manusia sungguh lemah, ketika dilihat Lea, bahwa ia tidak melahirkan lagi, diambilnyalah Zilpa, budaknya perempuan, dan diberikannya kepada Yakub menjadi isterinya (Kej. 30:9). Di sini  jelaslah bahwa, Lea mulai menggunakan caranya sendiri untuk menyelesaikan persoalannya. Dengan caranya ini ia mendapatkan dua anak lagi yaitu Gad dan Asyer. Sekalipun Lea sempat menggunakan caranya sendiri untuk menyelesaikan persoalan hidupnya, pada akhirnya Lea tetap tahu untuk kembali kepada Tuhan. Kej 30:17 Lalu Allah mendengarkan permohonan Lea. Lea mengandung dan melahirkan anak laki-laki yang kelima, yaitu Isakhar bagi Yakub. Setelah itu Lea melahirkan lagi anak yang keenan namanya Zebulon. Anak terakhir dari Lea adalah seorang perempuan bernama Dina. Inilah kehidupan Lea. Bagaimana dengan Rahel?

Kehidupan Rahel: Dari Kejadian 30:1-3 kita dapat melihat Rahel cemburu kepada Lea dan mengeluarkan kata-kata yang mengancam, sehingga Yakub menjadi marah. Akhirnya ia menyerahkan budaknya, Bilha untuk Yakub, sehingga dari Bilha lahirlah anak-anak bagi Yakub. Pertama: Dan, “Allah telah memberikan keadilan kepadaku, juga telah didengarkan-Nya permohonanku dan diberikan-Nya kepadaku seorang anak laki-laki. Kedua: Naftali, “Aku telah sangat hebat bergulat dengan kakakku, dan aku pun menang.” Walaupun Rahel  menggunakan caranya sendiri untuk menyelesikan persoalannya, tapi TUHAN juga mengingat dan memperhatikan Rahel. Kej 30:22 Lalu ingatlah Allah akan Rahel; Allah mendengarkan permohonannya serta membuka kandungannya. Ternyata Rahel juga tahu datang mencari pertolongan Tuhan dan mengingat kepada Tuhan, sehingga Tuhan mendengarkan doanya dan membuka kandungannya. Rahel melahirkan anak bagi Yakub yaitu Yusuf.

Dari kehidupan Lea dan Rahel apa yang dapat kita pelajari.

  1. Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub adalah Allah yang maha penyayang dan penuh dengan belas kasihan. Meskipun Lea dan Rahel pernah menggunakan caranya sendiri untuk menyelesaikan persoalan mereka, tetapi Tuhan tetap berbelaskasihan, mengingat, memperhatikan dan memberikan apa yang mereka perlu.
  2. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Allah sanggup bekerja di dalam segala keadaan. Ketika Lea dan Rahel tahu kembali kepada Tuhan maka Tuhan dengan kuasa-Nya membuat mereka mengandung dan melahirkan anak-anak bagi Yakub. Tuhan punya cara sendiri untuk menolong kita di dalam keadaan sulit. Jangan memaksa akan kehendak kita sendiri.
  3. Jangan memiliki rasa iri hati atau cemburu terhadap orang lain. Akibat iri hati dan cemburu dapat membuat kita lupa akan Tuhan, sehingga kita hanya tahu mengandalkan kemampuan dan cara sendiri untuk menyelesaikan persoalan kita.

Bagaimana kehidupan kita hari ini? Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang penuh belas kasihan, mungkin kita pernah meninggalkan Dia, tidak melakukan kehendakNya, menyimpang dari jalan-Nya, tetapi ingatlah Dia adalah Tuhan yang maha penyayang dan penuh belas kasihan, karena itu kita harus sadar tahu kembali kepada-Nya, biarlah Dia dengan kuasa-Nya menyelesaikan setiap persoalan kita. Karena bagi Dia tidak ada yang mustahil. Biarlah kita juga hidup penuh damai sejahtera, dengan menyingkirkan rasa iri dan cemburu kita di hadapan Tuhan. Kiranya Tuhan memberkati kita. Amin.