Hits: 14

Baru-baru ini di media sosial, hampir setiap hari kita mendengar kata ini “New Normal”. Kemungkinan besar setelah 4 Juni, Jakarta tidak akan perpanjang PSBB, artinya kita akan memasuki “kehidupan normal baru”. Pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat beradaptasi dengan tatanan kehidupan normal baru. Langkah awal ialah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), yaitu menggunakan masker ketika keluar rumah, selalu mencuci tangan, menjaga jarak fisik ketika berada di tempat ramai, rajin berolahraga.

Bagaimana iman Kristen menyikapi hal ini, hidup di era “New Normal” ini? Ini penting untuk kita renungkan. Mengapa? Jangan sampai, iman kita menjadi ab-normal ketika kita harus hidup di era “New Normal”. Ketika orang-orang mulai bisa beradaptasi hidup pada kondisi New Normal, justru iman Kristen kita menjadi ab-normal. Mari kita belajar dari kehidupan murid-murid Yesus pada waktu itu. Ada 3 Kondisi yang dialami atau dilalui oleh para murid Yesus pada waktu itu:

Pertama, Saat-saat mereka hidup bersama dengan Tuhan Yesus (Normal). Saat para murid Yesus hidup bersama dengan Yesus, ini merupakan kondisi normal. Mereka bisa makan dan minum bersama, pergi bersama-sama, selalu menemani Yesus. Mereka melihat bagaimana Yesus melakukan banyak mujizat. Walaupun kadang-kadang ada kesulitan, tapi semua berjalan normal. Tidak ada perasaan takut di dalam menjalankan aktivitas mereka. Mereka dengan bebas beraktivitas tanpa ada batasan.

Kedua, Saat-saat Yesus ditangkap – dibangkitkan (Pra – New Normal). Pada kondisi ini, mereka mulai kebingungan dan harus hidup hati-hati. Segala sesuatu masih bisa berjalan normal, tetapi ada perasaan was-was, sedih, hidup terasa begitu berat, seakan-akan kehilangan harapan. Mereka mulai kembali ke kehidupan semula, yaitu menjala dan menangkap kita. Kehidupan sebagai seorang murid hampir mulai dilupakan. Bersyukur Yesus belum benar-benar meninggalkan mereka. Yesus menampakkan diri kepada mereka dan memberikan kekuatan kepada mereka. Lalu memanggil mereka kembali menjadi murid-murid-Nya.

Ketiga, Saat-saat ditinggalkan oleh Yesus – Yesus naik ke Sorga (New Normal). Setelah di Bukit Zaitun, Yesus benar-benar meninggalkan mereka. Walaupun ada banyak tantangan yang harus mereka hadapi, tapi kehidupan mereka harus berjalan normal. Perintah Yesus kepada mereka adalah tidak boleh meninggalkan Yerusalem. Dan mereka harus menjalani kehidupan normal di Yerusalem, walaupun tanpa Yesus. Bagaimana kehidupan mereka di Era New Normal tanpa Yesus bersama dengan mereka? Catatan Alkitab memberitahukan kita bahwa “Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama.”(Kis.1:14). Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, dan akhirnya Petrus penuh keberanian menyampaikan kebenaran dan perbuatan Allah yang ajaib (Kis 2:4). Di era new normal ini mereka dapat melaluinya dengan baik, selalu mendekat kepada Tuhan dan menjadi saksi bagi Tuhan.

Bagaimana kehidupan kita hari ini? Sebentar lagi kita akan menjalani sebuah kehidupan yang berbeda dari sebelumnya. Kita dituntut untuk beradaptasi dengan sebuah kenormalan baru. Karena itu, jalanilah kehidupan ini sesuai protokol yang ada dan selalu berdoa serta bersandar pada Tuhan. Maka kita pasti akan diberikan hikmat dan kekuatan dari Allah untuk dapat melalui kehidupan di Era New Normal ini dengan baik dan menjadi berkat. Tuhan memberkati kita. Amin.