Dua hal yang mendorong Yakub dan keluarganya pulang ke Kanaan setelah 20 tahun tinggal di Padan Aram adalah: Pertama, Laban terus memusuhi Yakub dengan berbuat curang. Apa sebabnya Laban berubah sikap terhadap Yakub? Laban tidak dapat menerima keberhasilan Yakub. Pada umumnya domba pada waktu itu bulunya berwarna putih, Laban sangat licik maka membuat peraturan bahwa jika anak domba itu lahir, yang berbintik-bintiklah akan menjadi upah bagi Yakub sebagai pengembala, tapi  Alkitab mengatakan  bahwa apabila Laban berkata : yang berbintik-bintiklah akan menjadi upahmu, maka segala kambing domba itu beroleh anak yang berbintik-bintik; dan apabila ia berkata: yang bercoreng-corenglah akan menjadi upahmu, maka segala kambing domba itu beroleh anak yang bercoreng-coreng (Kej. 31:8). Mengapa bisa begitu? Allah yang menampakkan diri kepada Yakub di Betel yang berkuasa mengatur itu semua karena Yakub telah bersumpah untuk mempercayai-Nya (31:13).  Kapan kita  bersumpah kepada Allah? Ketika kita dibaptis, di situ kita memproklamirkan diri kita bahwa Tuhanlah Allahku, juru selamatku dan sumpah kita juga ditujukan kepada iblis bahwa mulai sekarang kita putus hubungan dengan dia untuk selamanya. Ketika sumpah dan  janji ini terus kita pegang, maka untuk kehidupan ke depan kita ada Allah yang memegang sumpah itu yang akan memimpin dan menyertai kita.

Kedua, Tanggapan terhadap perintah Tuhan. Ayat 3: Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yakub: “Pulanglah ke negeri nenek moyangmu dan kepada kaummu, dan Aku akan menyertai engkau.” Perintah Tuhan ini sangat luar biasa karena diikuti dengan janji penyertaan. Apakah itu berarti perjalanan hidup Yakub lancar-lancar saja? Jawabannya jelas tidak! Kalau Allah menyertai mengapa masih banyak percobaan dan rintangan di dalam kehidupannya? Jika kita melihat  burung-burung ciptaan Tuhan, ada perbedaan antara burung rajawali dengan burung-burung pada umumnya. Pada umumnya burung terbang dengan terus mengepakkan sayapnya, sedangkan burung rajawali  terbang tinggi lebih banyak memanfaatkan daya dorong angin yang kencang. Angin kencang bagi burung secara umum itu menakutkan, tapi bagi rajawali angin kencang adalah kawan, karena angin kencang digunakan oleh rajawali untuk mendorong langkahnya lebih cepat. Jadi rajawali tidak pernah takut pada angin kencang.

Dari pasal 31 ini kita melihat bahwa banyak angin kencang yang menimpa Yakub dan keluarganya. Tapi inilah yang dilakukan oleh Allah untuk mendorong perjalanan Yakub dan keluarganya lebih cepat sampai di tanah Kanaan. Yak. 1:2 “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.” Ini berarti jangan takut dengan percobaan atau masalah, karena masalah dan percobaan merupakan bagian dalam hidup kita. Permasalah akan membawa kita melihat berkat Allah yang luar biasa. Sebagai orang percaya kita harus seperti rajawali dengan berani menghadapi masalah dan cobaan hidup dan menyikapinya secara positif, karena kita tahu bahwa dibalik itu semua ada Allah yang akan terus menyertai kita. Karena itu, hadapi setiap masalah dan cobaan dengan hikmat dan akal budi yang dari Allah, karena Tuhan akan membawa kita maju lebih cepat dalam iman, pengharapan dan kasih.

Rajawali selain tidak takut badai, juga mempunyai penglihatan yang sangat tajam. Dari ketinggian ia melihat sasaran di bawah yang akan dicapainya. Dan yang bisa dilihat dari kejauhan adalah visi. Visi tentang kehidupan kita bukan hanya di dunia saja tapi juga visi melihat kehidupan kekal yang sudah dijanjikan Tuhan. Sumpah janji yang sudah kita ucapkan pada waktu dibaptis juga merupakan suatu visi. Kenapa kita berani bersumpah mengaminkan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat kita? Karena Dialah yang menjadi jalan, kebenaran dan hidup kita sampai kepada kekekalan. Tuhan Yesus memberkati.