Kejadian 26:1-35 adalah kisah tentang perjalanan hidup Ishak dan Ribka. Bagian ini sangat menarik, karena jalan kehidupan Ishak hampir mirip dengan kisah kehidupan Abraham. Pada ayat pertama, dikatakan bahwa timbul kelaparan di negeri itu. Jadi baik Abraham maupun Ishak sama-sama mengalami bencana kelaparan, hanya jalan yang ditempuh mereka berdua berbeda. Pada zaman Abraham, ia pergi ke Mesir sedangkan Ishak, Tuhan melarangnya pergi ke Mesir. Kemudian Ishak mengulangi kesalahan Abraham. Sama seperti Abraham, Ishak meminta Ribka untuk mengakui sebagai saudaranya karena takut dibunuh. Perbedaannya adalah apa yang dilakukan Abraham menimbulkan bencara bagi Raja Firaun, tapi yang dilakukan Ishak belum membawa bencana bagi Raja Abimelekh. Dan masih banyak kesamaan dan perbedaan antara Abraham dan Ishak, tapi yang terpenting adalah mengapa Tuhan menyertai mereka? Sebagaimana Tuhan menyertai Abraham begitu juga Tuhan menyertai Ishak. Ini yang akan kita  renungkan hari ini. Penyertaan Tuhan yang bagaimana, yang bisa  kita lihat di dalam kehidupan Ishak? Kalau kita memperhatikan firman Tuhan kepada Ishak diayat 3 dan ayat 23 maka kita akan melihat bagaimana penyertaan Tuhan dalam kehidupan Ishak.

 Pertama, Ishak mendapat perlindungan. Ishak mendapat perlindungan yang luar biasa dari Tuhan.  Dalam ayat 3 Tuhan berkata kepada Ishak akan menyertainya, artinya Tuhan akan senantiasa melindunginya dan hadir di dalam kehidupannya. Karena itu, ketika Ishak menyuruh Ribka berbohong, Tuhan tidak membiarkan Ishak terjerumus di dalam kesalahan yang lebih besar sehingga kesalahan Ishak tidak membawa bencana yang besar bagi Raja Abimelekh dan hidupnya. Karena  perlindungan Tuhan maka Raja Abimelekh bisa terhindar dari berbuat dosa perzinahan.

 Kedua, Ishak mendapat berkat yang melimpah. Dari  ayat 12 – 23 kita dapat melihat berkat Tuhan atas kehidupan Ishak sungguh melimpah. Ketika ia menabur benih hasilnya seratus kali lipat karena Tuhan memberkati dia. Kekayaannya semakin bertambah dan ia menjadi kaya raya. Dan sumur-sumur yang telah ditimbuni dengan tanah oleh orang Filistin sepeninggal Abraham digali kembali oleh Ishak tetap menghasilkan air yang berlimpah-limpah. Bahkan ketika Raja Abimelekh menyuruh Ishak pergi dari daerahnya, Tuhan tetap memberkati Ishak.

Ketiga. Ishak mendapat kekuatan. Ketika Ishak meninggalkan Gerar dan menuju ke Bersyeba, Tuhan menampakkan diri kepadanya dan berkata: “Akulah Allah ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau. Aku akan memberkatimu dan memberi kepadamu keturunan yang banyak karena janji-Ku kepada hamba-Ku Abraham.” (ayat 24). Perkataan Tuhan ini memberikan kekuatan kepada Ishak  dalam menghadapi raja Abimelekh yang benci kepadanya. Karena itu, ketika Abimelekh datang kembali mencari Ishak, maka Ishak berkata kepadanya: “Mengapa kamu datang mendapatkan aku? Bukankah kamu benci kepadaku, dan telah menyuruh aku keluar dari tanahmu?” Karena Ishak mendapat kekuatan dari Tuhan maka ia tidak takut untuk menghadapi Raja Abimelekh. Sebaliknya Raja Abimelekh  yang menjadi takut kepada Ishak karena ia telah melihat sendiri, bahwa Tuhan menyertainya (ayat 28).

Dalam menjalani hidup kita hari ini, kita semua perlu penyertaan Tuhan. Tuhan yang menyertai Abraham dan Ishak akan menyertai kita juga. Apa syaratnya? Ketika Ishak diperintahkan jangan pergi ke Mesir, Ishak taat pada perintah Tuhan (ayat 2). Sebagaimana Abraham mendengarkan firman Tuhan,  dan memelihara kewajibannya, yaitu melakukan perintah, ketetapan dan hukum Tuhan demikian juga itu dilakukan oleh Ishak (ayat 5). Ishak mendirikan mezbah dan memanggil nama Tuhan (ayat 25).  Apa yang dilakukan Ishak menunjukkan bahwa dalam hidupnya ia senantiasa berjalan menuruti kehendak Tuhan dan melaksanakan firman-Nya dengan sepenuh hati  serta selalu mendekat kepada Tuhan. Itu juga yang seharusnya kita lakukan dalam kehidupan kita hari ini, bila kita mau Tuhan senantiasa menyertai kita. Penyertaan Tuhan bukan berarti hidup kita selalu berjalan dengan lancar tanpa kesulitan atau kesusahan. Dari pengalaman hidup Abraham dan Ishak kita dapat melihatnya, Ishak dan Ribka juga memiliki kepedihan hati atau kesusahan (ayat 35) tapi dalam penyertaan Tuhan mereka dapat melewati semuanya itu.  Bagaimana kehidupan kita hari ini? Kiranya Tuhan memberkati kita. Amin.