Hits: 0

Jikalau kita melihat kembali perjalanan kehidupan kita saat ini, apa yang menjadi tujuan kita saat ini? Pengkhotbah 12:13-14 mencatat bahwa pada akhirnya yang perlu kita lakukan adalah “takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.” Selain itu jikalau kita kembali kepada Katekismus Kecil Westminster, tujuan akhir manusia adalah memuliakan Allah dan menikmati Dia untuk selama-lamanya. Inilah yang seharusnya kita capai bersama di dalam kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan.

Dalam Wahyu 5, Yohanes ingin menekankan tentang penyembahan yang benar adalah kembali kepada Tuhan karena memang Dialah satu-satunya yang layak disembah. Secara historis, Yohanes menuliskan bagian firman Tuhan ini untuk mengajar dan  menguatkan kepada jemaat saat itu bahwa penyembahan yang sebenarnya adalah berlawanan dengan penyembahan kaisar yang dipraktekkan di bumi saat itu. Dengan tanda-tanda yang dituliskan dalam bagian ini, Yohanes ingin menegaskan bahwa tanpa Juruselamat, manusia tidak berdaya sama sekali. Puji syukur kepada Tuhan karena dia tidak berdiam diri melihat umatnya menderita di dalam tangan penguasa dunia. Yesuslah yang membuktikan penggenapan rencana Allah dengan menebus dosa manusia di kayu salib. Dengan demikian, kita sebagai anak-anak Tuhan sudah seharusnya memuliakan Dia lewat penyembahan kita seutuhnya yang akan mentransformasikan kita semakin bertumbuh di dalam iman kita dan semakin setia.

Seorang penafsir Alkitab bernama J. Scott Duvall menuliskan: “perikop ini juga memperingatkan kita agar tidak menjadi terlalu santai atau kurang ajar dalam hubungan kita dengan Yesus. Dia adalah Tuhan segala tuhan yang bertakhta dengan Tuhan dan layak disembah secara universal. Prioritas penyembahan itu sendiri memperingatkan kita untuk tidak hanyut dalam fantasi yang tidak rohani bahwa Yesus ada untuk melayani kita.” Kiranya kita dapat kembali di dalam penyembahan yang benar seturut dengan apa yang Tuhan inginkan dan bukan apa yang kita inginkan karena Dia lah satu-satunya yang layak dipuji. Oleh sebab itu, kita yang sadar dan mengerti karya keselamatan Allah, sadar dan mengerti juga menaikkan pujian terbaik bagi-Nya.