Diluputkan Dari Kecelakaan 3 Kali Dalam 1 Hari

Kesaksian Sdri. Linda

Kuasa Tuhan dan kasihNya tak terhingga dalam hidupku..
Sekitar awal tahun 2012, pagi hari saya berangkat ke rumah sakit dengan menyetir mobil seorang diri. Hari itu saya dijadwalkan untuk di MRI untuk pemeriksaan tulang belakang saya yg sering sakit. Saya punya phobia terhadap ruang sempit dan saya sudah berbicara ke dokter kalau saya tidak dibuat tidur saya tidak akan berani untuk masuk ke mesin MRI, karena mesin ini ukurannya sangat sempit

Dengan berbekal 2 butir obat tidur dari dokter akhirnya saya memberanikan diri untuk di MRI. Saat aku minum obat pertama, kantuk tak kunjung datang kemudian saya minum obat ke 2. Tetap saja mata saya melek tidak mau diajak tidur. Sampai lama kantuk tak kunjung datang akhirnya saya menyerah dan minta maaf karena harus membatalkan tindakan MRI. Untung pihak rumah sakit memperbolehkan walaupun sebenarnya saya sudah dipersiapkan untuk diperiksa.

Akhirnya batal MRI saya memutuskan untuk ke dokter gigi di rs yang sama. Biasanya sepanjang pemeriksaan gigi selalu saya lakukan dengan tegang sekali. Tp kali ini tidak sama sekali karena saya jatuh tertidur nyenyak sekali sampai selesai dokter membangunkan saya. Ternyata obat tidurnya mulai bereaksi.
Setelah menyelesaikan administrasi sayapun pulang. Tanpa berpikir bahwa saya dalam pengaruh obat tidur sayapun pulang dengan menyetir sendiri. Perjalanan dari rumah sakit ke rumah bisa ditempuh dalam waktu 15 menit, sayapun mulai menyetir pulang.

Baru menyetir sebentar saya tidak sadar kalo mobil saya sudah naik ke trotoar yg di sebelahnya ada kali yg cukup besar. Saya sadar ketika saya merasakan guncangan mobil ternyata mobil turun dari trotoar. Dalam hati saya heran kenapa saya bisa naik ke trotoar dan untung tidak masuk ke kali tersebut.
Sayapun terus menjalankan mobil sekitar 10 menit kemudian saya juga tidak sadar kalo saya sudah menyetir di sebelah kanan yg diperuntukan untuk arus lalu lintas sebaliknya. Saat mendadak saya sadar saya melihat ada bajaj yg mendatangi saya sekitar dalam jarak kurang dr 10 m sayapun reflek banting setir ke kiri dan masuk ke jalur yg seharusnya. Puji Tuhan untung saja sebelah kiri tidak ada kendaraan kalo tidak saya tidak tahu bagaimana jadinya.
Kemudian saya terus menyetir sampai mau masuk cluster rumah harus melewati gardu atau pos security. Sekali lagi saya nyaris menabrak pos tersebut dimana mobil saya sudah naik ke atas trotoar pos. Melanjutkan perjalanan sampai ke rumah, sayapun parkir mobil saya dan langsung menuju kamar dan terus tidur.

Sampai keesokkan harinya saya menemukan mobil saya terparkir dengan sangat rapi. Dimana kalo dalam keadaan biasa tidak pernah bisa saya lakukan. Sepertinya bukan aku yg memarkirkan mobilku, apakah malaikat penjagaku yang menolongku?
Setelah saya merenungkan, saya diluputkan dalam 3 kecelakaan yg nyaris saya hadapi dalam hari tersebut. Tuhan sungguh besar kuasaNya dan penjagaanNya terhadap anak2nya, puji Tuhan untuk selama lamanya. Dengan ajaib Dia melindungi saya!