Hits: 1

Apakah kita ingat apa perintah pertama dari Sepuluh Hukum? “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” (Kel. 20: 3). Di sini perlu diperhatikan. Sebelumnya, kita diingatkan satu kalimat penting: V2 ” Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.” Kemudian di ayat ketiga barulah perintah pertama diumumkan: “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.”

Di sini bangsa Israel diingatkan siapakah yang memakai Musa untuk mengumumkan Sepuluh Hukum ini? Dia bukan Allah yang tidak ada hubungannya dengan mereka tapi Allah yang kepada-Nya mereka berseru-seru memohon pertolongan untuk menyelamatkan dan membebaskan mereka dari perbudakan. (Kel 2: 23-25). Dan dikatakan: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Meski begitu, perintah pertama yang harus dipatuhi adalah: “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku”. Dan sebelum mengikrarkan perintah pertama sudah dikatakan: Akulah TUHAN, Allahmu, ini tidak hanya menunjukkan bahwa Dia adalah penyelamat, tetapi juga TUHAN, Allahmu. Ia bukan salah satu dewa dalam politeisme, tapi Dia adalah TUHAN, Allahmu. Nama Yahweh adalah ketika Allah mengutus Musa untuk memimpin orang Israel keluar dari perbudakan Mesir, Musa berkata jika orang lsrael bertanya siapa yang mengutusmu, bagaimana aku akan menjawab atau memberi tahu mereka? Allah menjawab: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.” (Kel.3:14)

Di sini, “AKU ADALAH AKU ” juga berarti: Aku adalah AKU ADA / I AM THAT I AM (juga dikenal sebagai Yahweh / YHWH. Nama ini amat kudus dan maha kudus, itu menunjukkan siapa Dia dan Allah seperti apa Dia! Dia adalah Allah yang esa.

Pertama, Dia adalah Allah yang AKU ADALAH AKU. Ini seperti yang tercatat di Wahyu 1:8: “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.” Singkatnya, Tuhan yang tidak memiliki awal dan akhir (tanpa awal dan akhir) adalah Tuhan dari kekal sampai kekal. Dia akan selalu menjadi Tuhan dalam situasi dan keadaan apa pun (Anda mau percaya kepada-Nya atau tidak. Dia adalah Tuhan yang tidak pernah berubah.) Dia bukan karena ada yang menyembah-Nya, barulah ada. Atau berubah seiring dengan perubahan dalam sejarah, masyarakat, dan personel dalam sejarah, atau menghilang karena tidak ada yang menghormatinya! Seperti dewa-dewa di kalangan rakyat, Guan Gong dihormati setelah kematiannya. Tidak ada yang memujanya pada saat itu atau sebelum era Tiga Kerajaan, karena dia belum muncul. Juga seperti Guan Yin, salah satu dari banyak dewa politeisme yang berasal dari India, adalah dewa laki-laki yang galak, tetapi secara bertahap menjadi dewi yang baik hati setelah diperkenalkan ke Tiongkok pada Dinasti Tang.

Kedua, Karena Dia adalah Allah yang kekal, perkataan-Nya tidak akan pernah berubah dan selalu dapat diandalkan, dan janji-janji-Nya pasti akan digenapi: Karena itu Yesus mengatakan: “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” (Luk. 21:33). Kata-kata-Nya dapat diandalkan, yang berarti bahwa janji-Nya tidak akan pernah berubah, pasti akan digenapi.

  1. Seperti Adam setelah jatuh ke dalam dosa, janji pertama Tuhan kepada manusia adalah: Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kejadian 3:15.). Hasil akhir keselamatan digenapi di dalam Yesus Kristus.
  2. Nubuatan Yesus tentang Yerusalem, tidak ada batu yang tersisa di atas batu itu. Lalu Yesus berkata kepadanya: “Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.” (Mrk.13:2).
  3. Pemulihan bangsa Israel.Hampir dua ribu tahun kemudian, kemerdekaan dideklarasikan pada 14 Mei 1948.
  4. Janji-Nya dalam hidup kita saat ini tidak pernah berubah. Ada kepastian mutlak dalam kehidupan ini dan di kehidupan yang akan datang, meskipun pandemi mengerikan, tetapi tidak akan menimpa kita tanpa izin-Nya. Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit (Luk. 12:7)
  5. Yang menjadi masalah adalah apakah kita sepenuhnya bergantung pada-Nya dan menganggap Dia sebagai satu-satunya Tuhan kita?