Hits: 23

Bagian Firman Tuhan hari ini cukup jelas, tidak memerlukan penjelasan yang bersifat teologis. Yesus menceritakan ada dua jenis orang, yang pertama orang bijaksana dan seorang lagi bodoh. Orang yang bijaksana adalah orang yang mendengar perkataan-Nya dan melakukan-Nya, sedang yang bodoh adalah orang yang mendengar perkataan-Nya tetapi tidak melakukannya. Orang yang bijaksana ini digambarkan sebagai orang yang membangun rumahnya di atas batu sehingga ketika ada hujan, banjir dan angin melanda rumah itu, rumah itu tetap berdiri tegak. Sedangkan orang bodoh itu digambarkan sebagai orang yang membangun rumahnya di atas pasir, sehingga ketika ada hujan, banjir dan angin melanda rumahnya, rumahnya mengalami kerusakan yang parah.

Bagian ini merupakan sebuah peringatan yang sangat serius untuk para pengikut-Nya. Apa saja peringatan  bagi kita di dalam pengajaran Tuhan Yesus ini?

  1. Pengikut Kristus bukan hanya pintar mendengarkan Firman Tuhan saja, tetapi harus melakukannya. Sungguh disayangkan jika setiap orang Kristen yang sudah mendengar Firman Tuhan, tetapi tidak berusaha melakukannya. Dalam Lukas 6:46 Yesus berkata: “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? Dalam kehidupan kita selalu menyebut nama Tuhan, tetapi kita tidak melakukan Firman-Nya. Karena kita tidak melakukan kehendak-Nya atau tidak melakukan Firman-Nya, maka suatu hari nanti Tuhan akan berkata kepada kita : “Aku tidak mengenal engkau, enyalah dari hadapan-Ku”. Kita bahkan dikatakan adalah pembuat kejahatan. Ternyata mendengar Firman Tuhan tetapi tidak melakukannya adalah sebuah kejahatan di mata Tuhan.
  2. Pengikut Kristus ada yang bijaksana dan ada yang bodoh. Kita termasuk yang mana? Yang bijaksana atau yang bodoh? Mari kita menilai dari perkataan Yesus: Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh. Jadi orang yang mendengar Firman dan melakukannya adalah orang yang pintar dan bijak, sedangkan orang yang mendengar Firman dan tidak melakukannya adalah orang bodoh dan jahat. Dari kehidupan Hawa dan Nuh kita bisa melihat hal ini. Hawa mendengar Firman Tuhan tapi tidak menaati-Nya, akibatnya ia jatuh ke dalam dosa. Nuh mendengar firman Tuhan dan melakukannya sesuai yang diperintahkan, akhirnya ia dan seisi keluarganya selamat. Agar kita tidak binasa, jadilah orang Kristen yang pintar dan bijaksana.
  3. Kehidupan para pengikut Kristus tidak terlepas dari terpaan hujan, banjir dan angin. Adakalanya kita akan menghadapi berbagai persoalan dan pergumulan dalam hidup ini. Tetapi Tuhan ingin kita tetap setia dan tidak goyah dalam menghadapi semua ini. Oleh sebab itu kehidupan setiap pengikut Kristus harus dibangun di atas dasar yang kuat yakni Firman Allah.

Bagaimana supaya Firman Allah tetap kokoh dalam hidup kita? Lukas 6:48 mengatakan: “ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun”. Artinya Firman Tuhan bukan hanya sekedar dibaca dan direnungkan, tetap harus digali lebih mendalam dan dilakukan sehingga menimbulkan pengaruh atau kuasa di dalam hidup kita . Orang yang memiliki dasar kehidupan yang teguh  akan dapat mengatasi segala persoalan hidupnya. Kehidupan kita harus dibangun di atas dasar Firman Tuhan.

Ciri-ciri orang yang memiliki kehidupan yang kokoh dalam Firman Allah adalah selalu memiliki pikiran yang positif, tetap penuh ucapan syukur walaupun ada persoalan dalam hidupnya, dan Firman Tuhan selalu menjadi standar kehidupannya. Ada banyak contoh tokoh dalam Alkitab yang memiliki Firman Tuhan sebagai pondasi hidup mereka. Diantaranya Nuh, Ayub, Yosua dll. Kiranya Tuhan memberkati kita.