Hits: 29

Jika kita melihat Keluaran 14: 10-12, 15: 23-24, 16: 7 dan empat bagian dipasal 17 yang baru saja kita baca, kita dapat dengan jelas melihat bahwa setiap kali orang Israel menghadapi kesulitan, mereka langsung bersungut-sungut: 1) Laut Merah menghalangi jalan; 2) Tidak ada air untuk diminum, airnya pahit; 3) Tidak ada makanan. 4) Di sini sekali lagi mereka mengeluh tentang tidak ada air minum dan berkata, “Mengapa engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?” Di sini mereka menyalahkan Musa karena suka mencampuri urusan orang lain sehingga membawa mereka keluar untuk mati. Sebenarnya mereka sendiri yang ingin keluar dari Mesir atau Musa yang memaksa mereka keluar (lht Keluaran 3: 7-10).

Sesungguhnya, ada 16 tempat di mana orang Israel “bersungut-sungut” dengan jelas bisa kita temukan dalam Alkitab. “bersungut-sungut” tidak disukai oleh Tuhan. “Bersungut-sungut” adalah keragu-raguan tentang kedaulatan Allah, manifestasi ketidakpuasan dengan pengaturan Tuhan, dan manifestasi dari kurangnya iman kepada Tuhan, karena itu Paulus mengingatkan kita: ” Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. “(1Kor. 10:10). ” Bersungut-sungut “akan menimbulkan murka Allah.

Mengapa bersungut-sungut?

  1. Tidak puas dengan kenyataan dan tidak bersyukur. Keluhan seringkali muncul dari ketidakpuasan terhadap situasi dan kenyataan hidup yang kita hadapi. Mengapa tidak puas? Tentu ada banyak alasan, tetapi salah satunya datang dari perbandingan! Dibandingkan dengan masa lalu, selalu merasa: “Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?” (Pengkhotbah 7:10). (Hari-hari ini tidak sebagus sebelumnya.). Oleh karena itu, suka berbicara tentang masa lalu … masa lalu … (dan hidup di masa lalu … karena itu tidak puas dengan masa sekarang … dan bersungut-sungut. Padahal, pada kenyataannya, masa lalu belum tentu lebih baik dari hari ini! Sama seperti orang Israel, jika hidup sebagai budak itu baik? Mengapa mereka berseru kepada Tuhan?
  2. Berfokus pada kesulitan dan tidak lagi berharap kepada Tuhan. Mengapa pengeluh bisa bersungut-sungut? Karena mereka hanya berfokus pada situasi penderitaan saat ini, dan tidak tahu bagaimana menengadah berharap kepada Tuhan. Di tepi Laut Merah, mereka hanya melihat ombak dan kejaran tentara Mesir di belakang, dan lupa akan tiang awan dan tiang api yang menyertai dan menuntun mereka setiap hari. Mereka hanya melihat jalan buntu! Saat ini mereka lupa manna dan burung puyuh yang memberi mereka makan setiap hari, dan sekarang mereka bertengkar (demonstrasi) dengan Musa karena kekurangan air!

Memang ada banyak hal “tidak adil” dalam hidup ini. Ketika orang Kristen menghadapi segala macam fenomena “tidak adil”, bagaimana jika kita hanya menghela nafas? Marah? Apa gunanya? Tidak ada gunanya bersungut-sungut. Mari kita segera membenahi diri dengan cepat untuk menyadari:

  1. Percayalah bahwa Allah adalah Tuhan yang tidak terlambat. Tuhan ada saat dan waktu-Nya. Tampaknya sering lambat, tapi ingatlah bahwa Ia tidak pernah terlambat! Tuhan pasti akan memberi kita keadilan.
  2. Percayalah bahwa Allah adalah Tuhan yang benar dan adil. Siapakahyang diberkati Tuhan? Orang yang berlaku adil, berbelas kasih, dan rendah hati;Tidak ada yang bisa menyembunyikan dosa dan pelanggarannya di hadapan Tuhan.Domba dan kambing, gandum dan lalang semuanya akan jelas dibedakan pada akhirnya.
  3. Tidak mendengarkan kebenaran, tidak percaya pada kebenaran, berbohong, omong kosong, dusta, dan gosip. Ada satu catatan dalam kitab Bilangan: “Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israel pun menangislah pula serta berkata: “Siapakah yang akan memberi kita makan daging? Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apa pun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.” (Bil. 11:4-6)

Alasan lain mengapa orang Israel bersungut-sungut adalah karena mereka tidak percaya pada kebenaran dan malah mendengarkan kebohongan. Karena waktu itu ada orang-orang bajingan (mereka bukan orang Israel sejati, tapi orang non-Israel yang melarikan diri dari Mesir dengan orang Israel yang secara kebetulan bercampur di antara orang-orang Israel. Mereka tidak memiliki Tuhan di dalam hati mereka, dan mereka melampiaskan kemarahan dan keluhan mereka sesuka hati, sering mempengaruhi orang Israel). Awalnya, tidak ada reaksi dari mereka, tetapi lewat hasutan bajingan-bajingan disampingnya, maka mereka sangat mudah terpengaruh, dihasut, dan bersungut-sungut.

Ingatlah selalu Filipi 4:6-7: “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”