Hits: 58

Bagian firman Tuhan ini adalah kesaksian Paulus di masa tuanya. Ia bersaksi tentang keajaiban Tuhan: dia diberi kasih karunia yang berlimpah tetapi ada duri di dalam dagingnya, yang membuatnya sangat tidak leluasa dan menderita. Jika kita melihat pasal 11, dikatakan bahwa dalam memberitakan Injil Paulus mengalami banyak sekali penderitaan. Mengapa ia harus berbuat demikian? Karena pada saat itu datang sekelompok orang Kristen Yahudi radikal, yang menganjurkan bahwa orang non Yahudi yang percaya Tuhan harus disunat baru bisa selamat dan mengancam akan bertindak karena Paulus dianggap rasul yang tidak memenuhi syarat, karena identitasnya patut diragukan, juga menyatakan bahwa mereka barulah rasul yang ortodoks.

Karena itu, di pasal 11 Paulus menyebut sederetan penderitaan yang dialaminya di dalam pemberitaan injil. Siapakah yang lebih pantas dari dia sebagai rasul? Dan di pasal 12 dengan sebutan orang ketiga ia mengatakan bahwa penyataan-penyataan dan pengalaman luar biasa diterimanya pada empat belas tahun yang lampau adalah: “Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau — orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga, ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.” Kalau demikian, siapakah yang lebih pantas dan lebih memenuhi syarat menerima status dan jabatan rasul dari dia?

Tapi karena keadaan penerimaan spiritualnya yang luar biasa itu, maka Tuhan secara khusus membiarkan ada duri di dalam tubuhnya. Tuhan mengizinkan seorang utusan Iblis untuk menyerang dia, ini untuk mengingatkan dia supaya jangan meninggikan diri bahkan memandang rendah rekan lain karena pengalaman penyataan-penyataan yang luar biasa itu. Tapi walaupun demikian, duri ini sungguh membuatnya sangat tidak leluasa dan menderita sehingga tentang hal ini ia pernah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya duri itu meninggalkannya. Tapi Tuhan tidak mencabut duri itu, namun berkata: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.”

Di sini memberitahukan kita, ketika kita berdoa kepada Tuhan, jawaban Tuhan belum tentu : “Ya”, adakalanya jawaban yang kita peroleh adalah “Tidak” atau “Tunggu!” atau jawaban seperti yang diperoleh Paulus: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Penyakit apakah duri ini? Tidak ada penjelasan jelas di dalam Alkitab. Walaupun banyak dugaan yang berbeda-beda dari para penafsir Alkitab, tapi cara Tuhan menyelesaikan bagi dia adalah yang terbaik, yaitu mengutus seorang dokter khusus mendampinginya. Siapa? Yaitu dokter Lukas.

Apakah manfaat duri ini?

  1. Peringatan: Duri membuat kita tidak lupa diri, apabila ada kelancaran dan keberhasilan di dalam kehidupan atau pelayanan kita, kita tidak lupa diri dan makin menyimpang dari kebenaran karena itu.
  2. Perlengkapan: setelah memiliki pengalaman penderitaan maka kita akan dapat berempati untuk menolong orang yang menderita dan putus asa.
  3. Agar kita lebih sepenuh hati bersandar pada kasih karunia Allah, karena tubuh kita tidak dapat diandalkan maka kita akan mengandalkan Tuhan dengan sepenuh hati.
  4. Agar kita mengenal rahmat Tuhan yang berlimpah-limpah, yang tidak habis-habisnya, ada kasih karunia di dalam segala hal. Kapan saja kita lemah, kapan saja kita kuat juga.

Sikap kita terhadap duri:

  1. Boleh memohon Tuhan menyingkirkannya, tapi tidak boleh memaksa. Paulus tiga kali berseru kepada Tuhan, tapi menurut Tuhan ada baiknya duri itu tetap di dalam tubuhnya, maka tidak menjawab permohonannya, karena itu Paulus tidak memaksa.
  2. Lewat duri untuk mengenal diri sendiri, mengintropeksi diri, jangan bersungut-sungut kepada Tuhan karena duri. Seperti Ayub di dalam duri dan serangan iblis ia mengenal diri sendiri (Ayub 42:1-6).
  3. Lewat duri kita mendapatkan lebih banyak kasih karunia Tuhan. Seringkali kita tidak mengandalkan Tuhan, tapi mengandalkan diri sendiri, maka dengan duri Tuhan membuat kita bersandar kepadaNya dengan sepenuh hati.

Duri apakah yang ada di dalam tubuh kita hari ini? Ingatlah: Tuhan berkata “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu”