Hits: 13

Syukur kepada Tuhan, setelah beberapa waktu dalam situasi epidemi, Tuhan masih menjaga dan melindungi kita sampai sekarang. Meskipun terkadang kita menghadapi banyak tantangan, Tuhan tetap melindungi di dalam perjalanan yang kita tempuh dan memberi kita harapan karena Dia tidak pernah meninggalkan kita. Melalui apa yang akan kita renungkan  hari ini mengenai perjalanan bangsa Israel menyeberangi Laut Merah, kiranya membuat kita lebih beriman dalam menuruti pimpinan Tuhan untuk mengalahkan epidemi yang kita hadapi sekarang.

Dari peristiwa menyeberangi Laut Merah (Kel 14: 1-31) kita dapat melihat bahwa Allah mempersiapkan jalan yang penuh harapan bagi bangsa Israel. Ketika orang Israel mengalami jalan buntu, Tuhan membuka jalan bagi mereka. Jalan yang Allah tunjukkan untuk bangsa Israel bukanlah jalan yang datar melainkan jalan yang penuh tantangan, tetapi jalan-Nya penuh  perlindungan dan harapan. Ayat 2 mencatat bahwa Allah memerintahkan orang Israel supaya berbalik dan kembali berkemah di tepi laut. Orang Israel baru saja berangkat, tapi sudah menghadapi panggilan Tuhan supaya mereka kembali atau berbalik, apakah pimpinan Tuhan  salah? Ditambah lagi mereka menghadapi orang-orang Mesir yang mengejar mereka, apakah Tuhan tidak punya rencana yang pasti? Meskipun jalan yang telah direncanakan Allah penuh  tantangan, tetapi dari sini Allah ingin menunjukkan kemuliaan-Nya karena rencananya adalah yang terindah.

Selanjutnya adalah jalan Tuhan penuh perlindungan;  ayat 20 dan 25 dua kali mencatat bahwa Allah menggunakan cara yang luar biasa untuk melindungi bangsa Israel. Orang Israel menghadapi tantangan, tetapi Tuhan masih menjaga dan melindungi umat-Nya, dan dalam keadaan seperti itu bahkan tentara Mesir mengakui kebesaran Allah!

Terakhir, jalan Tuhan adalah jalan penuh harapan karena Dia adalah Tuhan yang Mahakuasa dan tidak meninggalkan umat pilihan-Nya. Tuhan dengan kuasa-Nya memakai manusia dan alam untuk memberikan pengharapan bagi Israel. Meskipun takut, Tuhan tidak meninggalkan mereka tetapi membuka jalan bagi mereka, sehingga semakin jalan semakin  tampak harapannya.

Hidup dalam masa pandemi yang tidak menentu, seringkali membuat kita merasa putus asa, tetapi Tuhan kita telah berjanji barangsiapa yang percaya kepada-Nya akan memiliki pengharapan kekal. Jalan yang kita tempuh benar-benar menantang, tetapi kita harus percaya bahwa Tuhan kita akan melindungi kita dan akan membantu kita melihat pengharapan itu dengan lebih jelas. Tidak peduli betapa sulitnya itu, Tuhan kita pasti akan membuka jalan bagi kita. Sama sekali tanpa harapan orang tidak bisa hidup. Hidup tanpa harapan berarti berhenti hidup. (Moltmann)