Tema renungan kita hari ini adalah “Firman yang menguatkan”. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang setia, ada tiga ribu lebih janji Tuhan di dalam Alkitab, tapi waktu kita membaca Alkitab sering kita mengabaikannya. Firman Tuhan adalah benar dan penuh kuasa. Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada. Bagi manusia tidak mungkin, tapi bagi Allah tidak ada yang mustahil. Bagian firman Tuhan di atas sekali lagi menguatkan dan menghibur kita. Ketika Yesus melihat orang banyak ini dalam kehidupan sehari-hari menanggung beban dan tekanan, maka Ia membuka tangannya, berkata kepada mereka: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Kalimat ini memberikan kita penghiburan dan dorongan besar. Karena perkataan ini kita harus menyerahkan semua kekhawatiran dan beban kepada Tuhan. Apa beban manusia?

1. Beban jiwa/batin. Akibat dosa, manusia menanggung beban jiwa dan tergugat oleh hati nuraninya. Raja Daud di Perjanjian Lama, setelah berdosa ia mengungkap penderitaan batinnya dalam Mazmur ( Mzm. 32:3-4). Batinnya menderita karena berdosa, jika ia tidak mengakui dosa maka ia tidak akan mendapatkan kelegaan.

2. Beban pikiran/mental. Dosa bukan hanya menimbulkan penderitaan batin, tapi juga membuat orang menderita tekanan batin. Raja Saul Di Perjanjian Lama, melihat setelah Daud mengalahkan Goliat dan perempuan Israel itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.” Sejak itu hatinya iri kepada Daud dan berusaha dengan segala cara untuk membunuh Daud. Karena hal itu, ia menanggung beban pikiran dan tidak mendapatkan ketenangan.

Hari ini banyak orang menanggung beban pikiran, dan akhirnya karena tidak sanggup menahannya sehingga mengalami gangguan jiwa. Jadi setiap orang memiliki beban berat, karena semua orang telah berbuat dosa. Tapi Tuhan Yesus tahu kebutuhan manusia dan memahami kesusahan manusia, karena itu Tuhan Yesus menyatakan: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

3. Rahasia untuk memperoleh kekuatan. Untuk memperoleh kelegaan, ada tiga kata penting harus diperhatikan:

  • “Mari” . Tuhan Yesus berkata: “Marilah kepada-Ku”, jadi bukan hanya datang ke gereja, tapi juga harus datang ke hadapan Tuhan Yesus, supaya orang-orang tersesat kembali kepada Tuhan Yesus dan jiwanya mendapatkan kelegaan. Asalkan kita datang ke hadapan Tuhan Yesus maka kita akan mendapatkan kelegaan.
  • Memperoleh”, banyak orang datang tapi sangat disayangkan, mereka belum memperoleh. Meskipun ia sudah beberapa tahun mendengarkan khotbah, tapi belum memutuskan untuk percaya Yesus. Kebinasaan orang seperti ini lebih menyedihkan daripada orang yang belum pernah datang. Karena ia sudah datang tapi tidak memperoleh. Orangnya di gereja tapi hatinya tidak, ia tidak mempersiapkan hati datang beribadah kepada Tuhan.
  • Menikmati” – Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan (ay. 29). Tuhan Yesus memberikan kita sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang yaitu ketenangan jiwa. Ada banyak orang kaya bisa menikmati semua materi, tapi hatinya tidak pernah merasa puas. Ini adalah hal yang paling menderita. Ams. 17:22 “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”

Saat ini kita hidup di dalam dunia yang penuh kesulitan dan penderitaan, maka pasti menghadapi beban keluarga, pekerjaan dan berbagai beban lainnya. Kiranya kita mau menyerahkan semua beban berat kita kepada Tuhan Yesus. Di dalam Yesus, kita akan mendapat ketenangan sejati. Ini adalah satu resep obat yang paling manjur dari Tuhan Yesus kepada semua orang yang percaya kepada-Nya, yang dapat menyembuhkan tubuh, pikiran dan jiwa kita. Kiranya di dalam Yesus Kristus kita mendapatkan hidup yang tenang. Kita tidak akan karena semua lingkungan yang keras lalu jatuh. Tuhan memberkati kita semua. Amin.