Hits: 170

Tema kita hari ini adalah “Hidup benar sampai akhir”. Artinya sepanjang hidup kita sampai bertemu dengan Tuhan harus hidup benar. Ini tentu tidak mudah, jangankan sampai akhir, hidup benar satu hari ini saja sudah sangat sulit. Karena banyak kesenangan di dalam hidup ini yang sulit ditaklukkan. Jadi mungkinkah kita bisa hidup benar sampai akhir? Di dalam Alkitab banyak contoh orang-orang yang hidup benar sampai akhir. Walau mereka juga pernah jatuh ke dalam dosa, tetapi mereka tahu kembali kepada Tuhan. Paulus di dalam  2Tim. 4:7 mengatakan: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” Ini menunjukkan bahwa Paulus sudah hidup benar sampai akhir. Berarti kita juga bisa hidup benar sampai akhir.

Bagaimana supaya hidup kita hari ini, besok dan yang akan  datang tetap benar sampai akhir? Mari kita mengintrospeksi diri kita melalui 4 kriteria orang benar menurut Ibrani 12:1-2:

Pertama, Menanggalkan semua beban dan dosa yang merintangi kita, yang berarti menjauhi kejahatan. Ada banyak dosa yang begitu dekat dengan kehidupan kita dan godaan-godaan dan tempat-tempat yang yang bisa membuat kita jatuh ke dalam dosa. Kehidupan Yusuf memberikan contoh teladan yang baik bagi kita hari ini. Ketika godaan datang, ia lari menjauhinya. Jangan biarkan dosa merintangi perjalanan hidup kita bersama Tuhan.

Kedua, Takut akan Allah. Kata takut yang dimaksud disini mengandung arti hormat. Allah adalah Mahakasih, Mahakudus, Mahatinggi, Mahakuasa, Mahatahu, sedangkan kita adalah manusia yang berdosa. Karena itu, jika kita sungguh-sungguh mengenal siapa Allah dan siapa diri kita maka kita pasti akan menaruh rasa hormat dan takut kepada Dia.

Ketiga, berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita – Memiliki kesalehan. Artinya kita harus taat, bertanggungjawab dan disiplin dalam menjalankan kehidupan ibadah. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia menaati peraturan, bertanggungjawab, melatih diri dan disiplin. Demikian juga kita untuk hidup benar kita harus senantiasa taat menjalankan ibadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga pada akhirnya kita bisa seperti Paulus berkata: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”.

Keempat, memiliki kejujuran. Orang baik dituntun oleh kejujurannya; orang yang suka bohong dihancurkan oleh kebohongannya. Jalan hidup orang baik diratakan oleh kejujuran, tetapi orang jahat membawa diri kepada kehancuran (11: 3, 5). Kejujuran menuntut kita berani terbuka, tanpa perlu menyembunyikan sesuatu. Jangan menjalani hidup dengan kepalsuan atau kepura-puraan. Ayub adalah salah satu tokoh Alkitab yang memiliki hidup benar di mata Tuhan. Dan ini adalah pernyataan dari  Allah sendiri bahwa tiada seorang pun di bumi seperti Ayub, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” (Ayub 1:8).

Bagaimanakah supaya kita hidup benar pada hari ini, besok dan masa yang akan datang atau sampai pada akhirnya? Ibrani 12:2 “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” Kiranya pandangan kita selalu berfokus kepada Yesus yang menjadi pemimpin hidup kita, supaya kita hidup benar sampai akhir. Tuhan memberkati kita. Amin.