Masalah Yakub dengan Laban baru saja selesai. Dalam Kej. 32 dicatat bahwa Yakub menghadapi masalah baru lagi dengan saudaranya sendiri – Esau. Masalah Yakub dan Esau adalah akibat kesalahan Yakub, yang menyebabkan  Esau ingin membunuh Yakub waktu itu. Pada saat ini Tuhan memerintahkan Yakub untuk kembali ke tanah Kanaan, tapi ketika ia mendengar bahwa Esau dengan diiringi oleh empat ratus orang akan bertemu dengannya (32:6), hatinya pasti sangat bingung. Karena itu, pada saat ini Yakub harus kembali kepada Allah yang memerintahkannya pulang, jika tidak dia benar-benar tidak tahu bagaimana menghadapi masalah ini.

Di dalam kebingungannya Yakub melakukan dua cara penyelesaian: cara rohani dan cara duniawi. Dalam Kej. 32:9-12 dicatat Yakub menyelesaikan masalah dengan cara rohani. Ia berdoa kepada Tuhan memohon Tuhan mengingat akan janji-Nya untuk menyelamatkan dia dari kesulitan ini. Di sini lain,  ia juga membagi orang-orangnya menjadi dua kelompok dan menyiapkan banyak ternak yang akan diberikan kepada Esau sebagai cara duniawi. Dari sini kita dapat melihat Yakub bukan hanya bersandar pada Allah yang memerintahkannya pulang, ia juga dengan tindakan nyata menunjukkan dirinya telah mengaku salah dan bertobat. Karena itu, Allah tidak meninggalkan Yakub dan juga melalui cara-Nya menunjukkan bahwa Ia senantiasa menyertai Yakub.

Sejak awal dari ayat pertama dan kedua Allah telah menunjukkan bahwa Ia menyertai Yakub karena Ia tahu Yakub akan menghadapi masalah yang cukup besar. Ketika Yakub melihat bala tentara Allah di Mahanaim, itu berarti Allah menyertai Yakub senantiasa. Ditambah dengan saat Yakub bergumul dengan malaikat Tuhan dan memohon berkat, ini adalah bukti bahwa Allah menyertai dan tidak pernah meninggalkannya. Yakub adalah manusia biasa yang lemah; Dalam menghadapi masalah besar seperti itu, ia terus mencari Tuhan untuk memberinya kekuatan dan memberkatinya. Dari proses pergulatannya, kita bisa melihat bahwa Yakub benar-benar bergumul, karena ia terus mengejar agar Tuhan setuju dengan situasinya. Setelah itu, fajar menyingsing Tuhan memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ini membuktikan bahwa Tuhan adalah Tuhan. Karena itu, setelah melalui pergumulan itu Yakub memperoleh kekuatan dan berkat dari Tuhan untuk menghadapi masalahnya.

Kita sekarang mungkin menghadapi ketakutan yang disebabkan oleh perbuatan dosa, namun kita harus menyadari pentingnya untuk mengaku dosa dan bertobat. Kita harus mengakui kelemahan diri dan kembali kepada Tuhan. Dengan demikian, kita akan bebas dari perasaan bersalah. Setelah melalui pergumulan dengan Allah, percayalah bahwa Dia akan memberi kita kekuatan dan berkat untuk menghadapi perjalanan kita ke depan.