Hidup dengan kemuliaan, dalam kemuliaan dan untuk kemuliaan adalah tritunggal kehidupan Kristen yang mulia tak terpisahkan. Manusia diciptakan untuk memuliakan Tuhan. Ketika Daud memandang langit, bulan dan bintang-bintang ciptaan Tuhan yang menyatakan keagungan Tuhan,  lalu ia melihat “apalah artinya manusia”, yang diciptakan dari debu tanah? Tapi Tuhan bahkan mengangkat, memelihara dan datang mencari yang hilang. Meskipun manusia sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, tapi manusia memiliki kemuliaan dan hormat, juga serupa dan segambar dengan Allah serta diberikan kuasa untuk menguasai bumi, mencakup segala macam makhluk, ternak, binatang, burung, ikan dan makhluk laut. Sayangnya, manusia jatuh ke dalam dosa, tidak dapat secara maksimal untuk mengelola dan memelihara lingkungan hidup, sehingga bumi memiliki keteraturan dan segala makluk dapat hidup berdampingan secara damai. Tapi Allah tidak membinasakan manusia karena hal ini, Ia mengasihi manusia, kasih-Nya kepada umat manusia tidak pernah berubah. Bahkan Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Ketika orang-orang percaya pada Tuhan dan memuji-Nya, dan bersandar pada kasih karunia-Nya, maka ia dari kehinaan masuk di dalam kemuliaan. Untuk mendapatkan kembali kedudukannya di hadapan Tuhan, kita harus tahu identitas diri kita, dan memiliki hidup yang mulia. Bagaimana kita hidup dengan kemuliaan, dalam kemuliaan dan untuk kemuliaan bersaksi bagi Tuhan?

  1. Muliakanlah Allah dengan tubuh kita. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1Kor. 6:20).
  2. Muliakanlah Allah dalam hal makan dan minum. Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.(1Kor. 10:31).
  3. Muliakanlah Allah dengan perkataan. Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. (Rm. 15:5-6).
  4. Muliakanlah Allah dengan perbuatan. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”(Mat. 15:5-6). Karena itu Paulus berkata: “Ikutilah teladan saya, seperti saya pun mengikuti teladan Kristus.” (1Kor. 11:1)
  1. Muliakanlah Allah dalam segala hal. Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.(1Ptr.4:10-11).

Karena itu, kehidupan Kristen adalah hidup bagi Tuhan. Semua yang dilakukannya adalah dilakukan untuk Tuhan dan harus terus berhubungan dengan Tuhan. Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.(Kol. 3:23)

Ada tiga alasan yang bisa membantu kita untuk hidup bagi Tuhan: Lakukanlah segalanya dengan maksud untuk Tuhan, lakukanlah segalanya untuk kemuliaan Tuhan, lakukanlah segalanya dengan bersyukur kepada Tuhan. Inilah tiga prinsip hidup yang diajarkan Alkitab kepada kita, supaya kita benar-benar dapat menjalankan hidup yang baik dengan kemuliaan, dalam kemuliaan dan untuk kemuliaan.