Hits: 143

Ketika kita berbicara tentang kasih Allah, maka sebenarnya kita sedang belajar mengenai pengorbanan-Nya. Memang di dalam Alkitab tidak ada kalimat “Allah berkorban”. Tetapi dari perbuatan atau apa yang dilakukan Allah untuk dunia ini menunjukkan pengorbanan yang besar. Allah yang Mahakuasa seharusnya tidak perlu melewati proses yang begitu rumit dan menderita untuk menyelamatkan manusia. Pada waktu manusia jatuh ke dalam dosa, Allah bisa saja langsung menyelamatkannya, tetapi Allah tidak melakukannya. Sebaliknya Allah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, itu artinya Allah harus menjelma menjadi manusia (Yoh.1:1 dan 14). Allah menjelma menjadi manusia tidak terjadi dengan mudah, Dia harus melewati proses seperti manusia dan lahir ke dunia ini melalui manusia berdosa. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya,  Ia dihina dan menderita bahkan akhirnya harus mati di atas kayu salib.

Walaupun pada dasarnya Ia sama dengan Allah, tetapi Ia tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan mengosongkan diri-Nya, mengambil rupa seorang hamba, merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (Filipi 2:6-8). Inilah pengorbanan Allah untuk umat manusia. Apa yang bisa kita pelajari dari pengorbanan Allah ini? Mengapa Ia rela berkorban?

  1. Membuktikan kasih-Nya kepada manusia. Kasih-Nya tidak pernah berubah, walaupun manusia sudah berontak kepada-Nya, Allah tetap mengasihi manusia. Seperti yang tertulis di Roma 5:8 “Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
  2. Hidup manusia berharga. Hidup manusia jauh lebih berharga dari emas dan perak. Di mata Tuhan manusia jauh lebih berharga daripada burung-burung di udara (Mat. 6:26). Karena ketika manusia diciptakan, Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, demikianlah manusia menjadi makhluk yang hidup (Kej. 2:7), maka Allah tidak ingin manusia binasa.
  3. Pelanggaran dan hukuman atas dosa sangat mengerikan. Paulus kepada jemaat Roma mengatakan “Upah dosa ada maut”. Konsekuensi dosa bukan hanya kematian tetapi juga membawa kebinasaan kekal. Tapi kasih dan pengorbanan Allah membawa keselamatan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
  4. Keselamatan bukan murahan. Penyelamatan manusia harus dibayar dengan harga yang sangat mahal, yaitu darah Yesus Kristus , karena itu hendaklah kita hidup memuliakan Dia.

Bagaimana seharusnya sikap kita melihat pengorbanan Allah yang begitu besar bagi hidup kita? Allah begitu mengasihi kita. Ia tidak rela kita mati binasa. Melihat pengorbanan-Nya bagi kita, sudah seharusnya kita hidup memuliakan Allah. KelahiranNya yang kita rayakan membawa sukacita dan damai sejahtera, tetapi dibalik sukacita ada penderitaan dan pengorbanan  yang besar bagi kita. Oleh sebab itu, biarlah kita bukan hanya sekedar merayakan natal dengan sukacita, tetapi marilah kita mempersiapkan diri kita untuk memberikan yang terbaik bagi-Nya yang sudah berkorban bagi kita. Marilah kita lebih setia, taat dan mengasihi-Nya. Tuhan memberkati kita. Amin.