Hits: 5

Tema kita “Keluarga Tiga Generasi” memungkinkan kita untuk melihat tiga generasi orang yang tinggal bersama dalam satu keluarga. Setiap Hari Ibu kita berharap semua ibu bahagia, dan hari ini kita berharap semua nenek juga ikut bahagia. Karena tradisi budaya Tionghoa adalah “berbakti adalah yang paling penting dari segala kebaikan.” Artinya, menghormati orang tua adalah yang hal terutama dari semua kebajikan. Kita bisa melakukan banyak hal baik, tapi yang terpenting adalah menghormati orang tua kita. Seperti harta karun orang tua di rumah. Ada juga pepatah, “Jika Anda tidak mendengarkan orang tua, maka yang rugi adalah Anda.” Dapat dilihat bahwa budaya Tionghoa sangat mementingkan bakti kepada orang tua, tetapi Alkitab lebih-lebih lagi memperhatikan bakti kepada orang tua. Dalam Perjanjian lama Sepuluh perintah, terhadap manusia perintah pertama adalah “hormatilah orang tuamu” Ajaran Alkitab sangat tegas, dalam Im.19:32 bahwa “Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN. Hal yang sama berlaku untuk Perjanjian Baru, kata Tuhan “ Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati (Mat.15:4).

Dapat dilihat di dalam Alkitab bahwa Timotius adalah seorang pemuda yang memiliki iman yang tulus ikhlas. Dia adalah penginjil muda yang dicintai Paulus. Paulus menyebut dia anak yang sah dalam iman dan rekan sekerja dalam Tuhan (1Tim.1:2). Dia dibesarkan dalam keluarga neneknya Lois dan ibunya Eunike. Terlihat di balik kesuksesan Timotius ada dua wanita saleh yang sangat menyayanginya, yaitu nenek dan ibunya. Jadi Timotius, seorang pemuda yang baik, dibesarkan dalam keluarga yang saleh dan penuh kehangatan.

Paulus menulis tiga belas surat kepada individu-individu dan jemaat di dalam Perjanjian Baru, dua di antaranya ditujukan kepada Timotius. Dari apa yang dikatakan Paulus kepadanya “Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah (1Tim.5:23). Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu (1Tim. 14:12). Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu (2Tim. 2:15). Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran (2Tim. 4:2). Dapat dilihat  kasih dan perhatian Paulus kepada Timotius, ia selalu memberinya dorongan dan tuntutan terhadap dia cukup tegas juga. Karena itu, Timotius mendapatkan pengajaran yang baik dari Paulus dan itu yang mendorong dia bisa berhasil menyelesaikan pekerjaan yang dipercayakan Tuhan kepadanya dalam seluruh pelayanannya. Timotius tidak hanya  hidup dalam keluarga tiga generasi, tetapi ia juga memiliki seorang penatua yang perhatian padanya di gereja. Inilah kunci kesuksesannya.

Gereja perlu kekeluargaan, sungguh sangat berbahagia ada keluarga tiga generasi dalam gereja. Semoga Tuhan menolong gereja kita untuk merangkul lebih banyak anak-anak, anak muda dan orang tua dalam hal ini untuk dapat menikmati kekeluargaan di gereja bersama-sama. Meski tidak mudah hidup bersama dalam keluarga tiga generasi,  anak-anak, tua dan muda dalam hidup bersama, pasti ada banyak pandangan yang berbeda. Apalagi dalam kurun waktu lebih dari satu tahun sejak pandemi, banyak lansia hidup dalam kecemasan dan kelemahan fisik. Epidemi telah menimbulkan makin banyak gesekan antara tiga generasi dalam keluarga. Cucu harus belajar online di rumah, dan orang tua juga perlu bekerja dari rumah, semuanya di rumah. Meski semua berada dalam satu rumah, namun mereka tidak bisa menikmati kegembiraannya, malah banyak masalah keluarga yang terjadi. Tapi kita harus dengan kasih menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu (1Kor. 13:7).Lakukan segalanya dengan kasih, bersyukur dalam segala hal, dan pujilah Tuhan setiap hari, maka kita akan bersukacita.

Tuhan berjanji kepada kita “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu” (Yes. 46:4). Tuhan mengasihi kita, Dia adalah Bapa surgawi kita, Dia memberi kita Putra-Nya yang terkasih, Yesus, sehingga kita dapat bermegah kepada orang lain. Kita tidak hanya keluarga tiga generasi, kita keluarga lima generasi juga. Karena Tuhan adalah Bapa surgawi kita dan Yesus adalah Juruselamat kita, identitas kita adalah kesayangan Tuhan. Semoga Tuhan memberkati kita untuk menikmati kebahagiaan keluarga di Hari Mama ini.