Hits: 68

Ketika kita memperingati hari reformasi agama, kita harus belajar lebih jauh bagaimana kita bertekun dibentuk serupa Kristus. Kita tahu bahwa tujuan dalam pertumbuhan rohani adalah semakin seperti Tuhan kita, yaitu memiliki rupa-Nya. Melalui mimbar khotbah beberapa kali bulan ini, dengan beberapa langkah ini, kita  bisa menjadi semakin seperti Tuhan Yesus di dalam kehidupan rohani.

2Ptr.1:3 mencatat sebagai berikut: “Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.” Sesudah kita mengenal Tuhan kita Yesus, Dia akan memberi kita kehidupan dan kesalehan. Kita harus menegaskan beberapa hal berkenaan dengan hidup dan kesalehan: 1. Hidup adalah mengacu pada kehidupan rohani; dan kesalehan adalah mengacu pada wujud dari kerohanian. 2. Kesalehan diperoleh karena iman dan kesalehan ada karena harapan. 3. Hidup berkenaan dengan keselamatan dan kesalehan berkenaan dengan kemenangan. 4. Menuntut pertumbuhan hidup ada kaitannya dengan merindukan suara Tuhan, menuntut kesalehan ada kaitannya dengan merindukan kehadiran Tuhan. Sejak kita mengenal Tuhan Yesus dan menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi kita, hidup kita pasti telah berubah! Kita harus mengejar kehidupan menjadi semakin baik, terutama kehidupan rohani kita. Baik kehidupan batiniah maupun kehidupan lahiriah kita, harus memanifestasikan kehidupan Tuhan Yesus. Jika kita sungguh-sungguh dapat menjalani kehidupan yang memiliki hidup dan kesalehan, maka Tuhan akan menolong kita luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia dan boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi (ayat 4). Karena itu, kita harus memiliki pengenalan yang baik akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib, supaya kita luput dari kebobrokan dan menjadi semakin serupa Dia.

Untuk mengenal Tuhan kita Yesus, kita harus kembali ke minggu pertama untuk mulai membangun hubungan yang baik dengan Dia dalam kehidupan saat teduh, sering membiarkan Dia memeriksa hati dan pikiran kita serta membimbing kita ke jalan kehidupan kekal. Melalui kehadiran kita di gereja atau dalam kehidupan kita sehari-hari, kita akan terus mengalami kehadiran Allah sehingga kita dapat mengalami dan bersandar kepada-Nya terus-menerus. Dengan demikian, kita akan semakin mempengaruhi orang-orang di sekitar kita dan membangun murid-murid Kristus. Semakin kita mengenal Yesus dalam hati dan bertekun di dalam-Nya untuk serupa dengan-Nya, dunia akan semakin melihat Yesus dalam hidup kita.