Tema renungan kita hari ini adalah “Menjadi Teladan Bagi Semua Orang”. Kita harus meneladani jemaat di Tesalonika. Salah satu jemaat di Makedonia adalah jemaat Tesalonika. Paulus sangat memuji jemaat Tesalonika, dalam 2Kor. 8:1 dikatakan kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Yang berarti keteladanan jemaat-jemaat di Makedonia nyata pada jemaat Tesalonika. Jemaat ini sangat  istimewa: mereka mengikuti teladan Tuhan (ay.6), dan menjadi teladan bagi semua orang (ay.7). Bagaimana kita menjadi teladan bagi semua orang? Yaitu harus mengikuti teladan Tuhan Yesus.

Jemaat Tesalonika mengikuti teladan Tuhan Yesus, mereka memberikan diri kepada Tuhan, sehingga mereka dapat menyatakan firman Tuhan. Ini adalah pekerjaan iman yang mereka miliki. Selain itu, teladan mereka adalah memiliki usaha kasih dan ketekunan pengharapan. Hari ini kita akan merenungkan ketiga hal yang menjadi teladan bagi semua orang ini:

  1. Pekerjaan iman. Dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu. Karena mereka sudah menunjukkan di dalam kehidupan sehari-hari (ay.8). Mereka mempunyai iman yang kokoh (ay. 5), sukacita di dalam penindaan yang berat (ay. 6), menjadi teladan bagi semua orang (ay.7), dari antara mereka firman Tuhan tersebar (ay. 8), berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar (ay. 9), sabar menantikan kedatangan Tuhan kembali, yaitu Tuhan yang telah bangkit dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang (ay.10). Jika kita memberikan diri kepada Tuhan, kita akan memiliki iman dan akan melakukan pekerjaan/perbuatan iman melalui iman kita. Pekerjaan/perbuatan itu bisa dilihat orang, seperti pemain kung fu, ia memiliki pesona yang mampu menarik orang. Karena itu, yang terpenting adalah kita harus melakukan firman Tuhan, iman harus dibangun di atas dasar firman Tuhan. Dalam 2Kor. 8:1-2 Paulus berkata: Kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Karena mereka memberikan diri kepada Tuhan (2Kor. 8:5). Sangat penting memberikan diri kepada Tuhan, seperti anak kecil tidak pernah kuatir dan tidak perlu bertanya apa yang akan dimakan besuk, karena ia tahu ayah ibunya akan mengatur semuanya dengan sangat baik. Kita sebagai anak-anak Tuhan juga harus memiliki pekerjaan iman seperti ini. Seperti jemaat Tesalonika memberika diri terlebih dahulu kepada Tuhan (menyerahkan hidup kepada Tuhan), kita akan mengalami kebesaran Tuhan dan memiliki kesaksian hidup. Dengan demikian kita akan menjadi teladan bagi semua orng.
  2. Usaha kasih. Jemaat Tesalonika tidak hanya memiliki pekerjaan iman tapi juga memiliki usaha kasih karena mereka telah memberikan diri kepada Tuhan, seperti Yason rela mengorbankan segalanya termasuk nyawanya (Kis. 17:5-9). Ia bersedia membayar harga dan dengan sukarela menderita bagi Tuhan, inilah usaha kasih. Ayat 5 mengatakan: “Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian(iman) yang kokoh. Ini berarti bukan hanya dengan perkataan tapi harus ada tindakan nyata dan usaha kasih sehingga Injil tersebar. Paulus sangat memuji jemaat Tesalonika karena mereka kaya dalam kemurahan, mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka (2Kor. 8:1-5). Seperti yang Kis. 20:35 katakan “Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.” Ini adalah manifestasi dari usaha kasih.
  3. Ketekunan/kesabaran dalam pengharapan. Di dalam pengharapan pasti ada kesabaran, karena pengharapan kita adalah kepada Tuhan yang benar dan yang hidup. Jemaat Tesalonika bisa berbalik dari berhala-berhala kepada Allah yang benar, karena mereka melayani Allah yang hidup dan yang benar, Tuhan yang bangkit dari kematian. Seperti Tuhan Yesus, tergantung di atas kayu salib, bermahkota duri, kaki dan tangan terpaku, dari lambung-Nya juga mengalirkan darah segar, tapi Ia sabar sampai mencurahkan titik darah penghabisan. Karena itu salib gantinya mahkota mulia, tanpa salib tidak ada mahkota mulia. Jika kita sabar, Alkitab mengatakan orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.