Hits: 13

Dari pasal 1-5 kita melihat bangsa Israel menderita sebagai budak di Mesir, tetapi Allah mendengar jeritan mereka dan mengutus Musa dengan bantuan Harun, saudaranya untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir. Minggu yang lalu kita melihat Musa dan Harun mulai beraksi. Mereka pergi menghadap Firaun dan memberitahukan tuntutan TUHAN Allah agar ia melepaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Tapi Firaun bukan hanya tidak mengizinkan sebaliknya ia semakin menindas bangsa Israel. Karena itu, kalau kita melihat catatan di pasal 5:22-23, jelaslah bahwa Musa merasa gagal dan kembali menghadap Tuhan, katanya:”Tuhan, mengapakah Kauperlakukan umat ini begitu bengis? Mengapa pula aku yang Kauutus? Dengan jahat diperlakukannya umat ini, dan Engkau tidak melepaskan umat-Mu sama sekali.” Musa tampaknya begitu frustasi dan kecewa. Apa respon Allah terhadap keluhan Musa ini?

  1. TUHAN kembali menegaskan bahwa Dia adalah Allah Yang Mahakuasa, Allah yang sudah menampakan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub (6:1-2). Pernyataan ini sangat penting karena ketika Musa berhadapan dengan Firaun, Firaun berkata: “Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi”(Kel.5:2). Di saat Musa merasa kecewa dan gagal di dalam menjalankan misi pembebasan bangsa Israel ini, Allah memberikan penghiburan dan kekuatan dengan pernyataan bahwa Dialah TUHAN, Allah Yang Mahakuasa, artinya tidak ada yang mustahil bagiNya. Allah sekali lagi mengutus Musa dengan memberikan dia penghiburan yang menguatkan untuk pergi menjalankan misi tersebut.
  2. TUHAN menegaskan bahwa Dia adalah Allah yang tidak pernah melupakan perjanjianNya (6:3-7). Di sini sekali lagi Allah menekankan bahwa Ia ingat akan janji-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. (Lht. Kel.3:8). Bagian ini dihubungkan janji-Nya kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Artinya apa yang pernah dijanjikanNya, pasti akan digenapi-Nya. Inilah jaminan dan penghiburan yang menguatkan yang TUHAN berikan kepada Musa, supaya Musa tetap memiliki keyakinan dan semangat untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Di sini sekali lagi kita melihat bahwa Allah sangat peduli terhadap bangsa Israel dan ingat akan janji-Nya sehingga mengutus kembali Musa dengan firman-Nya yang menghibur dan menguatkan.

Kesulitan dan persoalan hidup kita hari ini mungkin tidak seperti yang dialami oleh bangsa Israel, Musa dan Harun. Tetapi Allah yang kita sembah sama adalah Allah yang Mahakuasa, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya serta Allah yang tidak pernah berubah. Apa kekuatiran dan kesulitan hidup kita hari ini? Mari, datanglah kepada-Nya karena Dia peduli dan sanggup membebaskan dan menolong kita. Ingatlah kuasa-Nya dan kasih setiaNya tidak pernah berubah. Tuhan memberkati kita. Amin