Hits: 0

Tema kita hari ini adalah “Perjalanan Seorang Murid”. Firman Tuhan diambil dari Matius 5:1-2, walaupun hanya dua ayat, sangat pendek dan sederhana tapi mengandung pengajaran yang sangat penting tentang perjalanan seorang murid. Tentu bagian ini (Mat. 5:1-2) berkaitan erat dengan pasal sebelumnya yaitu pasal 4, khususnya diayat  23-25. Setelah Yesus memanggil Simon Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes untuk mengikuti-Nya. Maka Yesus mulai berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. Karena itu, tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria, sehingga dibawalah orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, semuanya disembuhkan oleh Yesus.

Setelah peristiwa ini, maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea, Dekapolis, Yerusalem, Yudea dan dari seberang Yordan. Ternyata apa yang dilakukan oleh Yesus menarik perhatian banyak orang, maka di Matius 5:1-2 dikatakan: “Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka,… :” Apa yang dapat kita pelajari di sini?

  1. Yesus sebagai guru tahu betul apa yang diperlukan murid-murid-Nya. Di pasal 4:23-25, jelaslah bahwa Yesus telah menjadi tokoh terkenal karena banyak mujizat yang diperbuat-Nya. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, di antara orang-orang ini yang paling dekat dengan Yesus adalah para murid, maka mereka mungkin saja tergoda, merasa bahwa mereka penting dan bersama Yesus mereka akan memperoleh keuntungan. Karena itu, ketika orang-orang ini berkumpul bersama lagi, sebelum Yesus berbicara kepada mereka, Dia mengingatkan murid-murid-Nya bahwa ketika mereka bersamanya, mereka seharusnya tidak hanya ingin mendapatkan sesuatu, tetapi mereka justru harus siap untuk menderita. Yesus tahu keadaan para murid dan apa kebutuhan mereka yang sesungguhnya. Ia menghendaki murid-murid-Nya dan setiap orang yang datang kepada-Nya bukan hanya sekedar mengikuti Dia atau hanya untuk mendapatkan berkat atau hal-hal yang menyenangkan saja. Tapi sebagai pengikut atau murid Tuhan, mereka harus tahu perjalanan seorang murid itu tidak mudah. Yesus tahu murid-murid perlu terus diajar dan diperlengkapi. Maka di sini kita dapat melihat ketika Yesus melihat orang banyak itu, Ia tidak langsung mengajar, tapi setelah murid-murid-Nya datang kepada-Nya, baru Ia mulai mengajar. Isi pengajaran-Nya terkenal dengan “Khotbah di bukit (Ucapan bahagia)”, yang akan kita renungkan pada minggu mendatang.
  2. Sebagai murid Yesus harus menyadari perlu untuk selalu bersama Yesus. Murid-murid tentu sudah banyak mendengar pengajaran Yesus dan melihat apa yang dilakukan oleh Yesus. Tapi mereka sadar bahwa mereka perlu terus belajar dari sang Guru. Karena itu, mereka selalu bersama Yesus, dimana pun Yesus berada mereka selalu mengikuti-Nya. Ketika Yesus sedang mengajar orang banyak maka mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk terus belajar. Perjalanan hidup seorang murid memang harus tidak henti-hentinya terus belajar.

Kita dapat melihat murid-murid Yesus yang selalu belajar bersama Yesus saja bisa lemah dan jatuh, apalagi kita. Kalau kita adalah murid atau pengikut Yesus maka kita harus mau terus belajar. Untuk menjadi seorang murid Yesus harus melalui proses pembelajaran seumur hidup. Melalui kehidupan ibadah dan persekutuan kita belajar akan firman Tuhan dan melakukannya di dalam kehidupan kita. Dan proses belajar ini akan membuat kita senantiasa hidup di dalam Kristus yang akhirnya kita akan bertumbuh menjadi seperti Kristus.