Hits: 0

Berbicara tentang perpindahan, yakin di antara kita banyak yang pernah mengalaminya, misal pindah kerja, pindah usaha, pindah rumah dll. Tentu semua perpindahan itu memiliki pengalaman tersendiri, tapi secara umum jika kita pindah tempat tinggal itu cukup melelahkan. Hari ini mari kita melihat mengapa keluarga Yakub (Israel) pindah dari Kanaan ke negeri Mesir. Bagaimana perasaan dan keadaan Yakub waktu itu? Kejadian 45:26 memberitahukan kita, pada saat anak-anak Yakub yang baru kembali dari Mesir memberitahukan kepada ayah mereka bahwa Yusuf masih hidup dan menjadi penguasa di Mesir. Tetapi hati Yakub tetap dingin sebab ia tidak dapat mempercayai mereka. Kemudian ketika ia melihat kereta yang dikirimkan oleh Yusuf untuk menjemputnya barulah bangkit kembali semangatnya.

Perpindahan dari Kanaan ke Mesir tentu bukan hal yang mudah, mereka harus menempuh perjalanan yang sangat jauh dan berliku-liku, banyak rintangan dan kesulitan yang harus dihadapi, apalagi waktu itu Yakub sudah cukup tua. Bagaimana Yakub melewati semua ini ?

  1. Ada jaminan penyertaan Tuhan (ayat 3-4). Allah memahami kondisi dan perasaan Yakub waktu itu. Karena itu diayat 3 dalam penglihatan Allah mengingatkan Yakub bahwa Dia adalah Allah Ishak ayahnya, dan menguatkan Yakub agar tidak takut dengan memberikan jaminan/janji penyertaan-Nya, yakni sebagaimana Allah menyertai Ishak ayahnya, demikian Ia akan menyertainya juga. Karena itu, perpindahan Yakub dari Kanaan ke Mesir semua berjalan sesuai dengan rencana Tuhan.
  2. Ada pertolongan serta perlindungan Tuhan (ayat 5-7). Jika kita perhatikan diayat 5-7 Yakub bukan hanya membawa anak dan istri mereka, anak-anak dan cucu-cucunya laki-laki dan perempuan atau seluruh keturunannya, tetapi juga membawa seluruh harta benda dan ternak. Jadi jumlah mereka yang pindah ke Mesir cukup banyak. Dan tentu ini tidak mudah bagi Yakub, apalagi Yakub sudah tua juga. Tetapi ada Allah yang memberikan pertolongan dan perlindungan bagi Yakub di dalam perjalanan perpindahan ini, akhirnya mereka semua tiba di Mesir di daerah Gosyen dengan selamat.
  3. Ada pemeliharaan Tuhan (ayat 33-34). Apakah dengan tiba di Mesir Yakub sudah bebas dari persoalan hidup? Memang kebutuhan jasmani mereka sudah terpenuhi, karena gandum melimpah di negeri Mesir dengan Yusuf sebagai penguasanya. Tapi Yakub harus memikirkan bagaimana dengan ternaknya dan semua yang dibawanya. Dalam ayat 33-34 kita melihat bahwa mereka diizinkan oleh Firaun untuk tinggal di daerah Gosyen. Daerah Gosyen adalah daerah yang sangat subur dengan rumput yang hijau dan air yang berlimpah. Di sinilah kita melihat pemeliharaan Tuhan sangat luar biasa di dalam kehidupan Yakub dan keluarganya. Tuhan menyediakan semua yang dibutuhkannya.

Mengapa ini bisa terjadi? Ternyata Yakub hidup bergaul dengan Tuhan dan mengutamakan Tuhan. Dalam perjalanan perpindahan ke Mesir, ia tidak langsung menuju ke Mesir, tetapi Yakub terlebih dahulu pergi ke Bersyeba. Mengapa Yakub pergi ke Bersyeba? Ternyata Bersyeba adalah tempat yang dipakai oleh Abraham kakeknya untuk menyembah TUHAN, Allah yang kekal (Kej. 21:33). Jadi jelaslah bahwa Yakub tahu mencari Tuhan, mendekatkan diri kepada Tuhan dan menyembah Tuhan terlebih dahulu. Inilah yang membuat Yakub berhasil di dalam perjalanan perpindahaannya ke Mesir walaupun ada rintangan dan kesulitan.

Bagaimana dengan kehidupan kita hari ini? Apakah kita hidup bergaul dengan Tuhan dan dalam segala hal selalu mencari Tuhan terlebih dahulu? Kiranya kehidupan Yakub boleh menjadi teladan bagi kita, untuk selalu mencari, mendekatkan diri dan menyembah Tuhan lebih dahulu sebelum kita melakukan segala sesuatu.  Tuhan memberkati kita. Amin.