Kejadian pasal 22 ini merupakan puncak kehidupan dan iman Abraham. Kisah tentang kehidupan Abraham dimulai dari Kejadian pasal 12 dan diakhiri dengan pasal 22.  Dan seterusnya pasal 23 sampai berakhir kitab Kejadian berbicara soal Ishak, Yakub dan Yusuf. Pertama kali Allah mendatangi Abraham dengan firman dan janji. Abraham menanggapinya dengan percaya dan melakukan. Inilah yang disebut dengan iman, yaitu percaya kepada firman Allah dan melakukan.

Sejak Allah menciptakan manusia, Allah berfirman kepada manusia baik secara langsung, maupun lewat mimpi, penglihatan, para nabi, para rasul dsbnya sampai lewat gereja pada saat ini. Kalau kita perhatikan banyak orang yang mau mendengar firman Allah, tapi yang mau melakukan itu tidak banyak. Di gereja banyak orang yang mendengar Firman Tuhan, tapi apakah mereka melakukan? Mereka menanggapinya dengan komentar, khotbahnya baik, menghibur, panjang tidak menarik dsbnya. Tapi Abraham disebut bapa orang beriman karena dia mendengarkan firman Tuhan dan melakukannya. Abraham memiliki kepercayaan penuh bahwa apa yang difirmankan Allah itu adalah kebenaran mutlak, maka dia tidak ragu-ragu untuk melakukannya

Ada tiga macam pola besar janji Allah kepada Abraham: 1. Pemberian tanah Kanaan sebagai tanah pusaka. 2.Pelipatgandaan, keturunan akan seperti bintang di langit dan pasir di laut banyaknya. 3. Allah akan menjadi Allah Abraham dan keturunannya.

Untuk menerima semua janji Tuhan ini Abraham melewati beberapa hal:

  1. Harus meninggalkan negerinya dan sanak saudaranya dan sebagai musafir berjalan menuju negeri yang ditunjukkan Tuhan. Kita hidup seperti Abraham bagaikan musafir yang mengadakan perjalanan menuju Yerusalem abadi – sorga/kehidupan kekal yang dijanjikan Allah. Dan bekalnya adalah percaya kepada Tuhan Yesus dan melakukan firman-Nya.
  2. Abraham mengalami bala kelaparan maka harus pergi mengungsi sampai ke Mesir. Maksud Allah membiarkan Abraham mengalami bala kelaparan adalah merupakan cambuk dari Tuhan supaya Abraham lebih mendekat kepada Tuhan. Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita mengalami cambuk-cambuk dari Tuhan. Itu bukan hukuman dari Tuhan tapi satu ajakan dari Tuhan supaya kita tetap dekat dengan Dia.
  3. Abraham berdoa agar Ismael menjadi anak perjanjian tapi Tuhan menolak. Karena Allah tidak pernah berubah, apa yang telah difirmankan tidak akan dibatalkan. Rencana Allah untuk setiap pribadi dan keluarga, semuanya akan berlangsung sesuai dengan rencana-Nya.
  4. Puncak dari semuanya adalah Allah meminta agar Abraham mengorbankan Ishak, anak yang dikasihinya. Ishak adalah anak perjanjian yang dijanjikan Allah ketika Abraham berumur 75 tahun dan setelah Abraham berumur 100 tahun baru janji itu digenapi. Jadi Ishak adalah anugerah Allah lewat mujizat. Sekarang diminta untuk dikorbankan. Puji syukur kepada Allah, Abraham berhasil dalam ujian yang paling sulit ini. Inilah puncak kehidupan dan iman Abraham.

Apa makna rohani ujian Tuhan kepada Abraham bagi kita saat ini? Ishak adalah anugerah Allah kepada Abraham lewat mujizat. Ini adalah berkat yang luar biasa (yang terbaik) dari Tuhan kepada Abraham. Karena itu Allah pun menguji Abraham apakah ia siap memberikan yang terbaik juga kepada Tuhan?  Inilah arti rohani. Tuhan menghendaki agar kita tidak hanya tahu meminta yang baik dari-Nya saja, tapi beranikah kita sebagai orang yang percaya memberikan yang terbaik untuk Tuhan? Kalau kita berani memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki, apa yang akan kita dapat dari Tuhan? Kejadian 22:17 ini salah satu jawabnya “maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.” Ini adalah janji Allah kepada siapa saja yang berani menerima pemberian atau anugerah Allah tapi juga berani mengembalikan apa yang terbaik yang datang dari Allah itu untuk kemuliaan Allah.