Hits: 122

Tema renungan kita hari ini adalah “Sampai Di sini Tuhan Menolong Kita.” Sejak Allah menetapkan Samuel sebagai seorang nabi, meskipun Alkitab tidak mencatat ada prestasi luar biasa yang dilakukan Samuel, tetapi ” Eben-Haeze (Sampai Di sini Tuhan Menolong Kita)” adalah komentar dia tentang dirinya sendiri dan dapat menjadi tugu peringatan bagi kita.

Hari-hari yang kita lewati di tahun ini adalah karena pertolongan Tuhan kepada kita. Bagaimana Allah menolong Israel sampai zaman Samuel, bahkan sampai hari ini juga Allah menolong kita. Pelajaran apa yang kita peroleh dari perkataan Samuel “Sampai Di sini Tuhan Menolong Kita “ ?

  1. Rintangan yang mendapatkan pertolongan (ayat 1-4). Rintangan terbesar bagi Israel diberkati adalah tertarik kepada para allah asing. Samuel berkata kepada mereka: Jika mereka menginginkan pertolongan TUHAN, mereka harus menaati TUHAN, menyingkirkan para allah palsu, dan beribadah hanya kepada TUHAN saja, maka Ia akan melepaskan mereka dari tangan orang Filistin. Firman Tuhan ini juga ditujukan kepada kita hari ini, agar kita dapat menyingkirkan semua berhala yang terlihat maupun tidak terlihat. Apakah itu berhala? Segala sesuatu, baik itu orang maupun hal-hal lain yang menggantikan posisi Tuhan di dalam hati kita adalah berhala.
  2. Jalan yang mendapatkan pertolongan Tuhan (ayat 5-9). Ketika orang Israel mendengar bahwa musuh datang untuk menyerang mereka, mereka mengakui dosa mereka kepada Allah dan bertobat. Mereka tahu bahwa Tuhan tidak menyukai cara mereka, maka mereka datang kepada Tuhan berpuasa dan berdoa, dan Tuhan menolong mereka menghadapi serangan musuh. Untuk mendapatkan pertolongan Tuhan kita bukan berbicara kepada Tuhan dengan kata-kata manis, tetapi harus ada tindakan, memperbaiki kesalahan, berdoa kepada Tuhan dengan hati yang hancur, dan meminta belas kasihan Tuhan. Kita menghadapi berbagai masalah dalam hidup kita juga. Jika kita berharap pada pertolongan Tuhan, kita harus belajar dari Israel, mengaku dan bertobat kepada Tuhan, dan membuktikan pertobatan kita dengan tindakan nyata.
  3. Bukti yang mendapatkan pertolongan (ayat 10-11). Ketika Samuel sedang memprsembahkan korban, majulah orang Filistin berperang melawan orang Israel. Tetapi TUHAN mengguntur dengan bunyi yang hebat ke atas orang Filistin, hal ini menyatakan bahwa Tuhan memelihara umat-Nya dan membuat musuh jatuh ke tangan orang Israel. TUHAN membiarkan bangsa Israel melihat pertolongan Allah dengan matanya sendiri. Orang Israel benar-benar mengalami pertolongan Allah.
  4. Kehidupan yang mendapatkan pertolongan (ayat 12-17). Ketika orang Israel mengalahkan orang Filistin, maka Samuel mendirikan batu kesaksian yang dinamai ” Eben-Haezer, artinya: “Sampai di sini TUHAN menolong kita.” Tujuan mendirikan batu dan penamaan adalah untuk mengingat, dan menyaksikan bagaimana TUHAN menuntun mereka dari tangan musuh, sehingga generasi Israel berikutnya akan tahu bagaimana TUHAN menolong nenek moyang mereka.Hanya dengan pertolongan Tuhan kita dapat memperoleh kedamaian sejati, dan musuh tidak berani menyerang.

Ketika kita renungkan kembali, dari awal tahun hingga akhir tahun ada begitu banyak kesulitan, tetapi kita dapat melanjutkan sampai hari ini, bukankah ini adalah pertolongan Tuhan pada kita? Setelah mendapatkan pertolongan Tuhan, kita akan lebih memahami bagaimana beribadah kepada Tuhan. Kita harus seperti Samuel mendirikan sebuah mezbah “Eben-Haezer, untuk menyembah Allah, mengingat akan pertolongan-Nya, dan senantiasa mengingatkan diri kita sendiri, “Sampai di sini TUHAN menolong kita.”