Hits: 68

Beberapa minggu ini, kita telah merenungkan sebagai murid Kristus senantiasa diperhadapkan dengan berbagai pilihan, yaitu mau menyimpan harta di Surga atau di dunia, melayani Allah atau Mamon, hidup dengan keyakinan akan pemeliharaan Tuhan atau hidup dalam kekuatiran. Semua ini tergantung pilihan kita. Tapi yang pasti Tuhan menghendaki kita semua dapat hidup aman tentram tanpa kekuatiran walaupun ada kesulitan dan masalah dalam hidup ini.

Bagaimana supaya kita tidak takut dan kuatir menghadapi berbagai persoalan dan kesulitan di dalam hidup ini? kita perlu sandaran atau pegangan yang dapat menjamin keamanan dan ketenangan dalam hidup ini. Karena itu, topik renungan kita hari ini adalah tentang prinsip hidup. Prinsip atau pendirian sangat penting dalam kehidupan. Dengan setia memegang prinsip hidup yang kita miliki, akan menolong kita dalam menghadapi kesulitan hidup ini. Prinsip apakah yang harus kita pegang?

  1. Mengutamakan Allah dalam hidup kita. Ayat 33: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Apa itu kerajaan Allah dan kebenarannya? Dalam Rm. 14:17 Paulus menjelaskan bahwa Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Yesus juga mengajarkan bahwa karena Kerajaan Allah kita meninggalkan segala sesuatu yang bersifat duniawi maka kita akan memperoleh hidup yang kekal (Luk. 18:29). Artinya kita harus menempatkan Allah sebagai yang terutama dalam hidup ini;  mengejar perkara-perkara rohani jauh lebih penting daripada perkara-perkara yang ada di dunia. Kita harus berusaha terus menerus untuk melakukan pekerjaan Allah dan kehendak-Nya. Sesungguhnya memiliki harta dan segala kekayaan di dunia ini tidak salah, karena semua itu adalah berkat dari Tuhan juga. Yang salah adalah ketika kita menggeserkan posisi Allah sebagai pemberi berkat bukan pada posisi yang utama.
  2. Memiliki hubungan yang baik dan erat dengan Tuhan. Karena dengan memiliki hubungan yang erat dan baik dengan Tuhan, maka ketika kita kuatir, Tuhan akan memelihara hati dan pikiran kita. Seperti nasehat Paulus kepada jemaat Filipi: “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Flp. 4:6-7). Karena itu, jalani kehidupan kita setiap hari dengan selalu berjalan bersama Tuhan. Belajarlah dari tokoh Alkitab seperti Nuh, Daniel, Paulus dll, bahkan Tuhan Yesus sendiri yang sudah memberikan kita bukti nyata dalam hal ini. Bersama Tuhan kita pasti dapat mengalahkan segala kekuatiran.
  3. Mentaati dan menjalankan perintah-Nya. Di dalam Matius 6:33-34 ini ada dua perintah yang harus ditaati dan dijalankan, yakni “carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya”, dan “janganlah kamu kuatir akan hari besok”. Kalau kita sungguh-sungguh taat dan menjalankan perintah ini, maka kita akan merasa tenang menjalani hidup ini walaupun ada kekuatiran di dalam hidup ini. Karena Tuhan akan selalu menjaga dan menyertai kita.

Sudah waktunya bagi kita bukan lagi menuntut Allah memberi berkat yang melimpah dalam hidup kita. Saat ini, sudah selayaknya kita memgutamakan Tuhan dalam hidup kita dengan segala berkat yang telah Allah berikan kepada kita. Kita harus menjaga kedekatan kita dengan Allah dan  selalu mentaati dan menjalankan perintah-Nya. Dengan demikian kita akan selalu aman  tenteram dalam lindungan dan pelukan Allah. Tuhan memberkati kita. Amin.