Hits: 61

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”

Ada motto pendidikan di Barat: “Tangan yang membuai ayunan adalah tangan yang mendorong maju dunia!” Pepatah ini menekankan betapa pentingnya pengaruh ibu pada anak-anak. Karena itu, pekerjaan yang paling agung dari setiap ibu adalah membesarkan dan mendidik anak-anak dan membentuk karakter mereka.

  1. Krisis pendidikan ibu.

Masyarakat modern menganjurkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Perempuan telah memiliki kualitas moral dan budaya yang lebih tinggi, juga ruang yang lebih luas untuk berkembang. Seharusnya ini memungkinkan kaum perempuan dapat memainkan peran yang lebih baik dalam membesarkan anak-anak. Namun sangat disayangkan, pentingnya pendidikan ibu belum menarik perhatian yang cukup dari kaum wanita, juga tidak mendapat perhatian yang tinggi dari seluruh masyarakat. Sering karena tekanan pekerjaan, seorang ibu tidak ada waktu untuk memperhatikan kebutuhan anak-anak yang sesungguhnya. Karena itu, ini telah menimbulkan berbagai tingkat “krisis pendidikan ibu” di beberapa tempat.

  1. Model bahasa tubuh.

Model bahasa tubuh adalah dengan “menjadi teladan yang baik”. Bahasa tubuh lebih penting daripada bahasa tutur kata/teladan lebih penting daripada ajaran. Ajaran yang tidak disertai dengan teladan, tidak hanya membuat anak-anak sulit untuk mengerti, tetapi juga tidak dapat dengan tulus untuk mematuhi orang tua mereka. Karena itu, perbuatan orang tua harus sesuai dengan perkataannya. Seorang anak seperti kertas putih polos, yang memiliki kemungkinan perkembangan tanpa batas; juga seperti sepotong spons murni. Ia menyerap semua model yang diberikan oleh orang lain. Jika ingin anak rendah hati, orang tua tidak boleh sombong. Jika ingin anak jujur, orang tua tidak boleh berbohong;

Seorang anak yang tumbuh dalam kritik, ia belajar untuk mencela; seorang anak yang tumbuh dalam permusuhan, ia belajar melawan; seorang anak yang tumbuh dalam ejekan, ia cenderung merasa ragu-ragu untuk maju; seorang anak yang tumbuh dalam penghinaan, ia cenderung menjadi penakut; anak yang tumbuh dalam sabar dan mengalah, ia belajar menjadi tangguh; anak yang tumbuh dalam motivasi, ia penuh percaya diri; anak yang tumbuh dalam pujian,  tahu berterimakasih; anak yang tumbuh dalam keadilan, akan belajar adil; anak yang tumbuh dalam ketenangan, belajar percaya; anak yang tumbuh dalam penghargaan, belajar menghargai diri sendiri; anak yang tumbuh dalam toleransi, belajar untuk memaafkan; anak yang tumbuh dalam cinta, akan belajar untuk mengasihani.

  1. Didiklah anak-anakmu di dalam ajaran dan nasehat Tuhan.

Dalam Efesus 6:4b, Paulus menasehatkan setiap orang tua Kristen “didiklah anak-anakmu di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”; Ulangan 6:6-7 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

Ini adalah nasehat untuk orang tua agar mendidik anak-anak mereka dengan pendidikan Kristen dan memenuhi tanggung jawab mereka kepada anak-anak mereka. Sebagai orang tua, ia sendiri harus memiliki iman yang murni dan kuat, hidup dalam Firman Tuhan, mendengarkan Firman Tuhan, dan menanamkan dalam diri anak-anak konsep takut akan Tuhan, dalam hal apa pun, di mana saja, sehingga anak-anak tahu bagaimana takut akan Tuhan dan mengandalkan Tuhan yang benar dengan segenap hati dan segenap akal budi, serta menjadikan Kristus sebagai pemimpin, pusat dan teladannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Seorang ibu yang tidak menarik perhatian orang sekalipun, selama anaknya menjadi orang berguna, itulah keberhasilan. Sebaliknya seorang ibu yang ternama dan berpengaruh, selama anaknya tidak berguna, maka itu adalah kegagalan.”