Hits: 7

Tuhan sesungguhnya tahu apa yang paling kita butuhkan dan apa yang Dia persiapkan bagi kita adalah yang terbaik. Yang kita tahu terkadang bukan yang terbaik untuk kita, tapi Tuhan tahu semua kebutuhan kita dengan sangat jelas. Mungkin di dalam hidup ini kita sudah banyak bertanya tentang apa yang akan terjadi dalam hidup ini dan kita kuatir, namun sebagai anak Tuhan kita tidak perlu kuatir karena dengan kasih karunia-Nya, Tuhan akan mengatur yang terbaik bagi kita. Karena itu, kita hanya perlu mempercayai dan menaati-Nya.

Bagian firman Tuhan hari ini mencatat kelanjutan percakapan antara Petrus dan Yesus, dan isinya adalah bahwa Petrus ingin tahu apa yang akan terjadi dengan “takdir” Yohanes di masa depan. Perikop di atas mencatat bahwa Petrus tahu bahwa dirinya akan menjadi martir di masa  mendatang, akan tetapi saat ini kita tidak tahu dengan motivasi apa dia bertanya kepada Yesus tentang masa depan Yohanes. Yesus pun menjawab dengan tegas kepada Petrus, “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” Maksud sesungguhnya dari perkataan ini Yesus ini adalah ingin mengembalikan fokus Petrus dalam hal mengikuti Yesus bukan mencampuri urusan orang lain. Yesus mengulangi perkataan “ikutlah Aku” supaya Petrus bisa mengingat hal-hal penting di atas, dan untuk menggembalakan kawanan domba ia harus kembali kepada Yesus dan bukan mengandalkan kemampuannya sendiri.

Jawaban dari Yesus ini juga menunjukkan bahwa Dia tahu yang terbaik bagi Yohanes tanpa perlu Petrus ikut campur atau kuatir. Namun, dari bagian ini kita juga dapat melihat bahwa kalimat yang dikemukakan Yesus bisa disalahpahami oleh orang lain juga karena mengira bahwa Yohanes tidak akan mati. Karena itu, yang paling ditekankan Yesus dalam perikop ini, adalah ikutlah Dia, karena Dia tahu yang terbaik bagi kita.

Pelajaran yang bisa kita pelajari dari perikop ini adalah bahwa kita tidak boleh menjadi orang yang suka mencampuri urusan orang lain, dan ingin mengetahui hal-hal orang lain yang membuat kita membandingkan diri dengan orang lain. Yang Tuhan kehendaki adalah kita melakukan kehendak-Nya dan mengikuti-Nya karena apa yang telah Dia sediakan bagi kita adalah yang terbaik. Dalam hal lain, yang harus kita pelajari adalah bahwa dalam kesulitan yang kita hadapi saat ini, banyak orang telah membengkokkan firman Tuhan untuk menyesatkan orang lain. Selama penyebaran pandemi, banyak ajaran sesat juga ikut menyebar karena manusia berada dalam situasi yang lemah. Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus selalu mempertahankan kebenaran dan mengikuti Dia sampai akhir. Tuhan mengetahui dan memberikan yang terbaik kepada yang menyerahkan pilihan kepada-Nya dan mengikuti-Nya.