Hits: 220

Kami telah merenungkan tentang identitas Yesus selama beberapa minggu, dan hari ini kita akan  bersama-sama merenungkan tentang Yesus sebagai imam besar. Imam besar Perjanjian Lama yang terutama adalah mewakili bangsa Israel menyembah Tuhan dan membawa korban dari mereka untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Setahun sekali, imam besar harus membawa korban persembahan bangsa Israel masuk ke Tempat Mahakudus untuk menyembah dan mengakui dosa-dosa mereka. Imam besar harus mempersiapkan diri untuk memasuki Tempat Mahakudus dengan selamat, kalau tidak, ia tidak akan berkenan kepada Tuhan. Karena itu, keberadaan imam besar adalah untuk menjadi perantara Israel dan Tuhan.

Ibrani 4:14-16 dan 10:10-14 mencatat bahwa Yesus adalah imam besar karena Dia adalah perantara pemulihan hubungan kita dengan Allah. Sebagai imam besar:

Pertama, Yesus adalah Imam Besar Agung yang dapat memahami keadaan kita; Dia bukan hanya Imam yang membawa korban kepada Allah, tetapi Dia juga memahami bagaimana kondisi kita karena Dia telah datang ke dunia melalui jalan kehidupan yang berliku-liku. Bahkan pada akhirnya, Ia rela mengalami bagian yang paling menakutkan dari manusia — kematian, tetapi kebangkitan-Nya memberi kita pengharapan kekal.

Kedua, Yesus adalah Imam Besar Agung yang mempersembahkan dirinya sendiri; Ia bukan membawa korban biasa tetapi korban sempurna – Yesus sendiri. Karena Yesus adalah orang yang tidak ada dosa, karena kasih-Nya, Ia telah mempersembahkan diri untuk menjadi korban penghapus dosa yang kekal sehingga kita yang percaya kepada-Nya dapat diselamatkan. Yesus benar-benar tahu bahwa hanya Dia yang bisa menyelamatkan umat manusia, jadi Dia secara pribadi datang ke dunia untuk mati di kayu salib dan menjadi korban yang sempurna.

Terakhir, Yesus adalah Imam Besar yang duduk berdoa untuk kita;  tidak seperti para imam besar sebelumnya, mereka berdiri menghadap Allah untuk mempersembahkan korban, dan Yesus setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah. Yesus duduk untuk berdoa bagi kita, sebagai perantara, Dia tidak hanya sampai di di surga ada sebelah kanan Allah tetapi Ia berdoa untuk kita juga di sana (7:25).

Calo yang kita kenal sekarang biasanya mencari keuntungan terbesar untuk pekerjaan mereka. Namun, Yesus, perantara di dalam hidup kita, tidak pernah mencari keuntungan bagi diri-Nya sendiri tetapi Ia memberikan seluruh diri-Nya. Yesus sungguh ingin memahami keadaan kita, Ia mempersembahkan diri-Nya dan duduk berdoa untuk kita. Yesus sebagai Imam Besar, Yesus menguntungkan kita lewat kasih-Nya — pengharapan kekal.