Hits: 186

Jika kita melihat Kejadian 1:26-28, Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Kita dapat melihat bahwa Tuhan menciptakan nenek moyang manusia Adam dan Hawa bukan membiarkan mereka tidak melakukan apa-apa setiap hari, hanya santai di taman Eden sepanjang hari untuk menikmati anugerah Tuhan dan melahirkan anak. Tetapi seperti yang disebutkan berulang kali di ayat 26 dan 28 “supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Jelaslah bahwa pekerjaan bukanlah kutukan, tetapi misi, tugas. Hanya setelah dosa manusia jatuh ke dalam dosa, lalu kutukan ditambahkan, dan itu menjadi beban berat. (Kejadian 3: 16-19).

Demikian juga, kita memperoleh hidup kekal dan kembali menjadi anak-anak Allah melalui keselamatan yang digenapi oleh Yesus Kristus di kayu salib. Tetapi bukan berarti kita bisa  berpangku tangan menunggu masuk surga untuk menikmati berkat kehidupan kekal. Tetapi masih  banyak pekerjaan dan pelayanan di rumah Tuhan, yang kita harus bekerja sama dan sehati untuk menyelesaikannya. Seperti ayat-ayat firman Tuhan yang kita baca di atas. Ketika tuan itu mau berpergian, ia memanggil hamba-hambanya dan menyerahkan usahanya kepada mereka untuk mengelolanya. Begitu juga Tuhan kita telah menggenapi keselamatan dan naik ke surga kembali ke sisi Bapa. Dan kita harus terus mewartakan karya besar keselamatan itu. Karena itu, Yesus Kristus memerintahkan berulang kali sebelum kenaikan. “Jadi pergilah …” Ini adalah kewajiban dan misi yang harus dilakukan setiap orang Kristen.

Atau katakanlah kita tidak memiliki keterampilan khusus, bagaimana kita bisa melakukannya?  Dalam ayat firman di atas jelas memberitahukan kita: ya, kita masing-masing memiliki kecerdasan, bakat, dan latar belakang yang berbeda. Sama seperti tuan itu tidak memberikan angka yang sama kepada hamba-hambanya, tapi ia memberikan setiap hamba dalam jumlah yang berbeda sesuai dengan kemampuan masing-masing individu untuk mengelolanya. Setelah diselesaikan apa yang dipercayakan, tuan itu memberikan penghargaan yang sama. Hanya untuk hamba yang menerima satu talenta tapi tidak melakukan apa-apa sebaliknya banyak mengeluh itu diberikan hukuman.

Sekarang kita kembali memasuki satu tahun yang baru, Tuhan memberi kita kesempatan baru, kegagalan di masa lalu biarkannya berlalu, mari kita lihat peluang dan misi yang Tuhan berikan pada kita di tahun ini dan hari ini, apa yang bisa saya lakukan untuk Tuhan? Apa yang harus aku perbuat bagi Tuhan dan keluarga Tuhan? Tuhan kita pasti akan kembali suatu hari nanti. Jika Anda melihat keadaan dunia hari ini, mari kita rasakan bahwa hari kedatangan kembali Tuhan Yesus Kristus sungguh sudah dekat (Matius 24:-25). Bagaimana kita akan mempertanggungjawabkannya?